Fakhri Husaini Kritik Wacana Naturalisasi Pemain Brasil Jelang Piala Dunia U-20

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Timnas U-19, Fakhri Husaini menjelaskan persiapan skuatnya menjelang laga perdana Kualifikasi Piala AFC U-19 2020, Jakarta, Selasa, 5 November 2019. TEMPO/Irsyan

    Pelatih Timnas U-19, Fakhri Husaini menjelaskan persiapan skuatnya menjelang laga perdana Kualifikasi Piala AFC U-19 2020, Jakarta, Selasa, 5 November 2019. TEMPO/Irsyan

    TEMPO.CO, Jakarta - Bekas pelatih Timnas Indonesia U-19 Fakhri Husaini menyoroti rencana PSSI yang ingin melakukan naturalisasi pemain untuk Piala Dunia U-20 2021.

    Saat ini dua klub Liga 1 yakni Persija Jakarta dan Arema FC masing-masing merekrut dua pemain muda asal Brasil yang usianya belum mencapai 20 tahun.

    Adapun dua pemain baru Persija adalah Thiago Apolina Pereira dan Maike Henrique Irine De Lima. Sedangkan dua pemain Arema FC adalah Hugo Guilherme Corre Grillo dan Pedro Henrique Bartoli. Satu tim yakni Madura United pun ingin merekrut pemain muda dari Negeri Samba.

    "Jika memang PSSI sudah kehilangan rasa percaya dirinya terhadap para pemain lokal, serahkan saja status tuan rumah Piala Dunia U-20 kepada negara lain," kata Fakhri saat dihubungi Tempo, Kamis, 20 Agustus 2020.

    Dalam beberapa kesempatan, punggawa Timnas ketika merebut medali perak SEA Games 1997 itu berulang kali menegaskan bahwa pentingnya mengunakan pemain lokal dalam ajang Piala Dunia U-20.

    "Percaya sama anak putra asli Indonesia. Menggantungkan nasib sepakbola ini kepada pemain-pemain naturalisasi itu tidak harus menjadi prioritas," kata Fakhri.

    "Bahwa pemain-pemain kita untuk usia muda U-19 dan U-20, saya yakin masih sanggup untuk menghadapi tim manapun juga," ujar mantan pemain klub PKT Bontang ini menambahkan.

    Menanggapi wacana naturalisasi pemain untuk ajang Piala Dunia U-20, Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri menyatakan bahwa kedatangan sejumlah pemain asing dari Brasil ke klub Arema FC, Persija Jakarta , dan Madura United murni kebutuhan klub Liga 1.

    "Kedatangan para pemain asing muda dari Brasil ini tidak ada kaitannya dengan PSSI. Itu urusan klub klub Liga 1. Pemain yang dipanggil timnas Indonesia tentu harus berpaspor Indonesia,” kata Indra Sjafri dikutip Tempo dari situs resmi PSSI, Kamis, 20 Agustus 2020.

    Indra Sjafri menegaskan bahwa saat ini timnas U-19 sedang fokus melakukan TC di Jakarta sebagai persiapan menghadapi Piala AFC U-19 Oktober 2020 di Uzbekistan. Para pemain pun terus digembleng pelatih Shin Tae-yong untuk raihan hasil terbaik di turnamen tersebut. Apalagi pada tahun 2021, timnas U-19 akan berlaga di ajang bergengsi Piala Dunia U-20 yang berlangsung di Indonesia.

    "Saat ini kami terus mengasah kemampuan pemain jelang mengikuti turnamen Piala AFC U-19. Coach Shin Tae-yong terus memberikan berbagai menu latihan kepada pemain. Selanjutnya sebelum ke Piala AFC U-19 di Uzbekistan, kami akan melaksanakan TC di luar negeri terlebih dahulu," ujar Indra Sjafri.

    Pada ajang Piala AFC U-19 2020, Garuda Muda berada di Grup A bersama tuan rumah Uzbekistan, Kamboja, dan Iran. Pertandingan perdana timnas U-19 akan melawan Kamboja pada 14 Oktober mendatang. Selanjutnya melawan Iran 17 Oktober dan menantang tuan rumah Uzbekistan pada 20 Oktober.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.