10 Fakta Menarik dari Keberhasilan Bayern Munchen Menjuarai Liga Champions

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bayern Munchen berhasil menjuarai Liga Champions 2019-20 dengan mengalahkan PSG 1-0, di Lisbon, Portugal, 23 Agustus 2020. Reuters

    Bayern Munchen berhasil menjuarai Liga Champions 2019-20 dengan mengalahkan PSG 1-0, di Lisbon, Portugal, 23 Agustus 2020. Reuters

    TEMPO.CO, JakartaBayern Munchen sukses meraih gelar juara Liga Champions berkat kemenangan 1-0 atas Paris Saint-Germain dalam final di Lisbon, Portugal, Senin dinihari WIB. Sundulan Kingsley Coman di babak kedua terbukti mengantar klub itu meraih gelar keenam kalinya.

    Berikut sejumlah fakta terkait laga ini dan hasilnya:

    • Kemenangan keenam Piala Eropa / Liga Champions Bayern Munich membuat mereka sejajar dengan Liverpool. Hanya Real Madrid (13) dan AC Milan (7) yang mengoleksi gelar juara di lebih banyak.

    • Paris Saint-Germain gagal mencetak gol dalam pertandingan di kompetisi utama Eropa UEFA untuk pertama kalinya dalam 35 pertandingan. Terakhir kali mereka gagal mencetak gol dalam kekalahan 1-0 dari Manchester City pada April 2016.

    • Bayern menjadi tim pertama dalam sejarah Liga Champions yang memenangi setiap pertandingan dalam perjalanannya untuk menjadi juara (11 kemenangan).

    • Bayern juga menjadi tim pertama dalam sejarah yang memenangi 11 pertandingan secara beruntun.

    • PSG mengikuti jejak pendahulunya sebagai debutan di final. Masing-masing dari tujuh tim terakhir yang berkompetisi di final Liga Champions pertama mereka selalu kalah. Debutan final terakhir yang emenang adalah Borussia Dortmund pada 1997 saat melawan Juventus.

    • Hanya pada empat kesempatan sebelumnya manajer yang lebih tua dari bos Bayern Munich Hansi Flick (55 tahun, 181 hari) memenangi Liga Champions. Mereka adalah Raymond Goethals bersama Marseille pada 1993-71, Jupp Heynckes bersama Bayern pada 2013 (68tahun), dan Alex Ferguson dengan Manchester United pada 1999 dan 2008 - (57 dan 66 tahun).

    Baca Juga: Juara Liga Champions, Hansi Flick Disebut Pembawa Era Baru Bayern Munchen

    • Bayern menjadi tim ketiga dalam sejarah Liga Champions yang mencetak 500 gol dalam kompetisi tersebut, setelah Barcelona (517) dan Real Madrid (567).

    • Kingsley Coman menjadi pemain Prancis kelima yang mencetak gol di final Liga Champions (Karim Benzema 2018; Zinedine Zidane 2002; Marcel Desailly 1994; dan Basile Boli 1993).

    • Keylor Navas dari PSG, sebelumnya dari Real Madrid, menjadi penjaga gawang ketiga yang tampil di final Liga Champions dengan dua tim berbeda, setelah Jorg Butt (Bayern Munich dan Bayer Leverkusen) dan Edwin van der Sar (Manchester United dan Ajax).

    • Thiago Silva dari PSG menjadi orang Brasil pertama yang memulai final Piala Eropa / Liga Champions sebagai kapten.

    OPTA | OMNI SPORT | UEFA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    QAnon dan Proud Boys, Kelompok Ekstremis Sayap Kanan Pendukung Donald Trump

    QAnon dan Proud Boys disebut melakukan berbagai tindakan kontroversial saat memberi dukungan kepada Donald Trump, seperti kekerasan dan misinformasi.