Direkrut Tottenham Hotspur, Matt Doherty Hapus Cuitan sebagai Penggemar Arsenal

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Matt Doherty. (Action Images/Reuters)

    Matt Doherty. (Action Images/Reuters)

    TEMPO.CO, JakartaTottenham Hotspur merilis video yang menampilkan Matt Doherty sedang menghapus dua cuitannya terkait Arsenal. Video berdurasi 30 detik itu dihapus setelah ia resmi menjadi pemain The Lillywhites.

    Pada video berdurasi 30 detik itu, Doherty terlihat sedang menghapus cuitan yang memuji rival Spurs, Arsenal, yang ditulisnya pada 2012 silam. Cuitan pertama yang dihapus bertuliskan "Saya mencintai Arsenal selama-lamanya," sedangkan cuitan kedua berbunyi, "Ya, saya adalah penggemar berat Arsenal!"

    Baca juga : Bursa Transfer Liga Inggris: Tottenham Hotspur Rekrut Matt Doherty

    Doherty menjadi rekrutan ketiga Spurs pada musim panas ini setelah didatangkan dari Wolverhampton, klub yang dibelanya selama sepuluh tahun kariernya. Pemain bertahan itu menyusul Pierre-Emile Hjojberg dan Joe Hart yang merapat ke Tottenham menjelang musim baru.

    Manajer Jose Mourinho bertekad keras memperbaiki penampilan setelah hanya mampu finis di peringkat keenam pada musim 2019/2020. "Masa-masa saya di Wolves fantastis. Saya tidak memiliki kata-kata buruk untuk dikatakan mengenai klub itu sama sekali," kata Doherty seperti dilansir laman resmi Spurs," kata dia, Ahad, 30 Agustus 2020.

    "Saya datang ke sini untuk membawa permainan saya dan karier saya ke level selanjutnya," ujar dia menambahkan.

    Baca juga : Diego Costa Ingin Reuni dengan Jose Mourinho di Tottenham Hotspur

    Doherty diharapkan dapat membantu Tottenham minimal finis di atas rival sekota, Arsenal, untuk musim kelima secara beruntun. Ia juga diharapkan dapat berkontribusi membawa Spurs memenangi gelar setelah puasa gelar selama 12 tahun. Mereka sempat tampil bagus untuk menghuni posisi empat besar saat masih dilatih Mauricio Pochettino pada 2014-2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    QAnon dan Proud Boys, Kelompok Ekstremis Sayap Kanan Pendukung Donald Trump

    QAnon dan Proud Boys disebut melakukan berbagai tindakan kontroversial saat memberi dukungan kepada Donald Trump, seperti kekerasan dan misinformasi.