Sidang Korupsi Presiden PSG Nasser Al-Khelaifi Dimulai Pekan Ini

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kylian Mbappe berfoto bersama CEO PSG Nasser Al-Khelaifi saat memamerkan jersey barunya usai menjadi pemain baru Paris Saint Germain (PSG) di Stadion Parc des Princes, Paris, Prancis, 6 September 2017. REUTERS/Gonzalo Fuentes

    Kylian Mbappe berfoto bersama CEO PSG Nasser Al-Khelaifi saat memamerkan jersey barunya usai menjadi pemain baru Paris Saint Germain (PSG) di Stadion Parc des Princes, Paris, Prancis, 6 September 2017. REUTERS/Gonzalo Fuentes

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden PSG, Nasser Al-Khelaifi, disebut mulai menjalani sidang korupsi soal hak siar Piala Dunia 2026 dan 2030. Sidang yang digelar di Swiss tersebut telah dimulai pada Senin kemarin dan akan berlangsung hingga dua pekan ke depan.

    Media Inggris The Sun menyebutkan bahwa Nasser Al-Khelaifi yang juga petinggi perusahaan penyiaran beIN Media Group dituding melakukan penyuapan terhadap mantan Sekretaris Jenderal FIFA, Jerome Valcke, untuk memenangkan tender hak siar tersebut.

    Valcke dituding menerima 1,25 juta euro dari Al-Khelaifi dan seorang pengusaha asal Yunani, Dinos Deris. Selain itu, dia juga disebut mendapatkan sebuah villa di kawasan Sardinia, Italia, dari Al-Khelaifi.

    Jerome Valcke dan seorang pengusaha asal Swiss, Dinos Deris, juga disebut akan menghadapi pengadilan dalam sidang yang berbeda. Dinos Deris disebut sebagai perantara yang menghubungkan antara Nasser Al-Khelaifi dengan Jerome Valcke.

    Menurut media Arab News, Sidang ini sempat terkatung-katung setelah Al-Khelaifi menyebut telah menyelesaikan masalah ini dengan FIFA secara kekeluargaan. Belakangan muncul tudingan bahwa Jaksa Agung Swiss, Michael Lauber, menutup kasus ini setelah bertemu dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino.

    Tudingan itu berakhir dengan mundurnya Lauber dari posisi Jaksa Agung Swiss pada Juli lalu. Lauber dan Infantino disebut juga tengah diselidiki dalam kasus percobaan menghalang-halangi proses hukum.

    Dalam sidang Senin kemarin waktu setempat, jaksa penuntut umum menyatakan bahwa Al-Khelaifi mengimingi-imingi Valcke dengan sebuah villa di Sardinia jika beIN Sport mendapatkan hak siar Piala Dunia 2026 dan 2030 untuk wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara.

    Menurut si jaksa, iming-iming tersebut disampaikan Khelaifi dalam pertemuan di Kantor Pusat beIN di Prancis pada 24 Oktober 2013. Setelah beIN memenangkan hak siar pada 2014, Khelaifi pun menyerahkan villa tersebut pada tahun 2015 dengan sejumlah persyaratan.

    Pengacara Naser Al-Khelaifi membantah tudingan tersebut. Dia bahkan menyebut tudingan jaksa mengada-ada. Si pengacara pun membantah kliennya telah membeli villa di Sardinia dan memberikannya kepada Jerome Valcke.

    THE SUN| ARAB NEWS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.