Carlos Oliveira, Pelatih Baru Arema FC Dijadwalkan Tiba di Malang Kamis ini

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Arema FC Muhammad Rafli. (Instagram/@muhammadrfl)

    Pemain Arema FC Muhammad Rafli. (Instagram/@muhammadrfl)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih yang disebut-sebut bakal melatih Arema FC dalam lanjutan Liga 1 2020, Carlos Oliveira memastikan tiba di Malang, Kamis mendatang, 17 September 2020.

    Sebelumnya, menurut situs Wearemania.net, manajemen Arema FC sudah mengungkapkan jika kedatangan pelatih anyar mereka mengalami keterlambatan untuk kesekian kalinya. Manajer Arema, Ruddy Widodo, menyebut kendala administrasi dan keimigrasian menjadi penyebab utama.

    Namun, setelah menjalani tes usap pada Senin lalu, si pelatih sudah bisa terbang ke Malang pada Rabu dini hari waktu Saigon, Vietnam. Pelatih anyar yang disebut berasal dari Brasil itu harus menempuh perjalanan ke Seoul, Korea Selatan dulu, sebelum tiba di Jakarta pada malam harinya pada hari yang sama.

    “Hari penentuan datang untuk meninggalkan (tempat domisilinya di Vietnam) untuk ke Indonesia. Jika semua berjalan lancar, saya akan (tiba) di Malang (pada) Kamis (17/9/2020),” tulis Carlos dalam akun Instagram pribadinya seperti dikuti. Wearemania

    Carlos Oliveira mengaku sudah tak sabar lagi ingin segera ke Malang untuk melatih Arema. Sebab, sudah beberapa kali rencana penerbangannya harus tertunda karena banyak hal.

    Pelatih berusia 59 tahun itu juga tak sabar menemui para suporter, Aremania. Carlos cukup antusias dengan sambutan para pendukung Arema, yang beberapa waktu lalu menyerbu kotak pesan dalam Instagramnya dengan ucapan selamat datang. “Semua yang terbaik dan saya akan menemui kalian semua sesegera mungkin,” katanya.

    Baca Juga: Berita Persib: Ini Alasan Robert Alberts Belum Berikan Latihan Taktik

    WEAREMANIA.NET


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Masker Scuba Tak Efektif Halau Covid-19, Bandingkan dengan Bahan Kain dan N95

    Dokter Muhamad Fajri Adda'i tak merekomendasikan penggunaan masker scuba dan buff. Ada sejumlah kelemahan pada bahan penutup wajah jenis tersebut.