Marcelo Bielsa, Maradona, Mural, dan Coretan di Leeds United: In Bielsa We Trust

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Leeds United, Marcelo Bielsa. Instagram/@leedsunited

    Pelatih Leeds United, Marcelo Bielsa. Instagram/@leedsunited

    TEMPO.CO, Jakarta - Lukisan raksasa yang menggambarkan wajah Marcelo Bielsa tersaji secara permanen di dinding sebuah bangunan di Kota Leeds, Inggris. Sebuah mural, sebuah persembahan untuk pelatih Leeds United dari Argentina berusia 65 tahun itu. Raut muka Bielsa berkaca mata dengan sebuah jendela berkaca terang “menghiasi” pipi kanannya.

    Marcelo Bielsa dan Leeds United memang fenomenal. Mereka membikin juara bertahan Liga Primer Inggris bertarung ketat pada partai perdana musim 2020-2021 di Anfield dalam skor 4-3 untuk kemenangan tim asuhan pelatih Jurgen Klopp. Pada laga kedua, Sabtu 19 September 2020, di kandang sendiri Ellan Road, Leeds gantian menang 4-3.

    Mural terkenal di Kota Leeds itu dilengkapi dengan coretan tulisan: “In Bielsa We Trust.”  Dua tahun terakhir ini Bielsa adalah salah satu pahlawan kota ini. Ia didatangkan Andrea Radrizzani, pengusaha Italia yang menjadi ketua dari konsorsium pemilik Leeds United, pada 15 Juni 2018, untuk menghidupkan mimpi warga Leeds melihat timnya kembali tampil di Liga Primer, divisi tertinggi Liga Inggris.

    Dan, mantan pelatih Argentina, Cile, dan Athletic Bilbao ini mewujudkan mimpi itu. Leeds meraih promosi ke Liga Primer setelah 16 tahun absen, yaitu pada musim 2020-2021.

    Mural Marcelo Bielsa ini mengingatkan mural Diego Maradona di Kota Napoli yang terpasang pada periode 1990-an di dinding sebuah apartemen. Lukisan diri Maradona berseragam Napoli FC. Pada masa itu, kepindahan Maradona, legenda sepak bola dunia dari Argentina dari Barcelona ke Napoli, kemudian menambah gairah kehidupan warga kota setempat.

    Mural Maradona ini mencuat lagi ketika Napoli menjamu Barcelona pada pertandingan pertemuan pertama babak 16 besar Liga Champions Eropa, 26 Februari 2020, di Stadion San Paolo.

    Sebagaimana Marodona, Bielsa adalah sosok yang menarik dan nyentrik. Pada masa sebelum pandemi virus corona, ia terbiasa berjalan kaki dari rumahnya di Wetherby, di pinggiran Kota Leeds dengan mengenakan seragam latihan Leeds United. Ia membalas setiap sapaan orang dan berbelanja di sebuah toko swalayan lokal.   

    Dengan kostum yang hampir sama setiap pagi, Marcelo Bielsa berjalan sekitar lima kilometer untuk menuju markas latihan Leeds United di Thorp Arch.

    Metode dan ide Marcelo Bielsa di dalam dan luar lapangan selalu menarik. Salah satu contohnya ketika ia menyuruh timnya membiarkan kebobolan satu gol melawan Aston Villa, setelah pemain asuhannya mencetak gol ketika lawan yang sedang terkapar di lapangan. Bielsa dan timnya lantas mendapat penghargaan  UEFA Fair Play.

    Tapi, ketika Bielsa berada di Inggris, Marcelo Bielsa membikin heboh  ketika salah satu stafnya ketahuan menyusup di markas latihan Derby County, saat Bielsa masih menangani Leeds United di divisi Championship. Frank Lampard, saat masih menjadi pelatih Derby, marah dan menuduh Bielsa melakukan kegiatan mata-mata.

    Dalam konferensi pers menyusul insiden itu, Marcelo Bielsa dengan entengnya mengatakan bahwa adalah benar ia memata-matai rivalnya dan bilang jangan dilakukannya serta merupakan bagian dari persiapan untuk pertandingan.   

    Faktanya Marcelo Bielsa lolos dari hukuman pengelola Championship dan Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) atas tindakannya itu dan musim lalu ia memimpin Leeds United menjuarai divisi kedua Liga Inggris untuk meraih promosi ke Liga Primer musim ini.

    Baca Juga: Hasil dan Klasemen Liga Inggris Dinihari

    MARCA ENGLISH |WORD SOCCER


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.