Barcelona vs Villarreal, 4 Masalah Menanti Solusi Ronald Koeman

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ronald Koeman. Reuters

    Ronald Koeman. Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Barcelona di bawah arahan Ronald Koeman akan menjalani laga pertamanya di La Liga Spanyol musim ini, dengan menjamu Villarreal. Pertandingan akan berlangsung Senin dinihari, mulai 02.00 WIB.

    Koeman datang di saat Barcelona terlilit banyak masalah. Penjualan pemain yang dilakukan klub di bawah kepelatihannya juga memercikkan ketidakpuasan dan kritik.

    Menjelang debutnya di laga resmi, ada sejumlah hal yang dinantikan banyak orang dari Komen. Inilah empat di antaranya:

    Bisakah Koeman "Menjinakkan" Messi?

    Lionel Messi memutuskan memendam hasratnya untuk pergi dan menghabiskan kontraknya yang tersisa setahun lagi. Tapi jelas ada kekecewaan dan rasa tak puas yang mengganjal. Perasaan negatif itu kembali mencuat ketika penyerang Argentina itu mengomentari kepergian Luis Suarez. Ia menyebut perlakuan klub atas pemain Uruguay itu "tak sepantasnya".

    Messi sejauh ini selalu jadi ukuran "suhu" skuad Barcelona. Dan saat ini, bisa dilihat bahwa kondisinya tidaklah benar-benar normal.

    Kini, pendekatan dan kemampuan Koeman "menangani" Messi, tak hanya dalam skema permainan di lapangan tapi juga di ruang ganti. Suporter akan melihat, bisakah pelatih asal Belanda itu memastikan Messi mengeluarkan kemampuan terbaiknya di lapangan dan tak membuat suasana keruh di luar lapangan.

    Jika Sang Pelatih tidak dengan cepat berhasil memperbaiki suasana hati kaptennya yang kelam, hal buruk mungkin akan menimpa Barca musim ini.

    Baca Juga: Prediksi Barcelona vs Villarreal

    Pertanyaan untuk lini depan

    Koeman sudah membiarkan Luis Suarez, Arturo Vidal, dan Nelson Semedo pergi. Ia membongkar tim tua yang menderita kekalahan memalukan dari Bayern Munchen di Liga Champions musim lalu.

    Pelatih asal Belanda itu meninggalkan formasi 4-3-3 dan berpaling pada 4-2-3-1. Masih ada pertanyaan soal pilihan pemain terbaik untuk formasi ini, terutama di lini depan. Musim lalu, Lionel Messi menyumbang 25 di La Liga. Antoine Griezmann memberi 9 gol, Luis Suarez mencta 16 gol, dan Arturo Vidal menceploskan 8 gol.

    Artinya tersisa dua dari empat penyumbang gol itu di lini depan. Messi dan Griezmann tampaknya akan jadi pilihan pasti. Namun, dua lainnya masih menjadi pertanyaan. Philippe Coutinho, Ousmane Dembele, Ansu Fati, dan Trincao akan berebut dua posisi sisa.

    Solusi di Lini Belakang

    Kekalahan 8-2 dari Bayern pada Liga Champions musim lalu membuktikan lini belakang Barca memiliki masalah besar. Koeman harus segera menyelesaikannya. Itu tak akan mudah dilakukan.

    Kepergian Semedo membuat bek kanan dalam skuad tersisa Sergi Roberto. Ia juga sebenarnya merupakan gelandang yang dikonversi jadi bek.

    Di posisi bek kiri, Jordi Alba, 31 tahun, tetap menjadi pilihan pertama meski mengalami penurunan performa. Keinginan klub untuk menjual Samuel Umtiti yang cedera juga akan membuat opsi bek tengah kian langka.

    Usaha merekrut Sergino Dest dari Ajax, Max Aarons dari Norwich, dan Eric Garcia dari Manchester City sejauh ini belum berhasil. Kondisi menjadi lebih buruk karena kiper Marc-Andre ter Stegen, yang sering menjadi penyelamat tim, akan absen karena cedera hingga November.

    Baca Juga: Koeman Bicara Soal Tantangan di Barcelona

    Permainan Kolektif yang Efektif

    Barcelona adalah keindahan kolektif yang didukung permainan cepat dan cerdas dengan mengandalkan umpan-umpan pendek. Kelemahan mereka selama ini adalah adanya ruang terbuka lebar antara serangan dan pertahanan, yang mampu dieksploitasi oleh Bayern musim lalu.

    Koeman akan berusaha untuk menanamkan soliditas yang lebih besar dengan menggunakan formasi 4-2-3-1. Frenkie de Jong, Sergio Busquets, atau pemain baru Miralem Pjanic jadi andalan di lini tengah. Masih harus dilihat formasi baru itu bisa tetap menghadirkan permainan indah yang lebih efektif dari sebelumnya. Jawabannya mungkin akan tersaji di laga Barcelona vs Villarreal malam ini.

    MARCA | BBC | AS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.