Manchester City Vs Leicester City 2-5, Micah Richards Salahkan Pep Guardiola

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi pemain Manchester City Nathan Ake, setelah pemain Leicester City Youri Tielemans mencetak gol dalam pertandingan Liga Inggris di stadion Etihad, Manchester, 27 September 2020. Pool via REUTERS/Laurence Griffiths

    Ekspresi pemain Manchester City Nathan Ake, setelah pemain Leicester City Youri Tielemans mencetak gol dalam pertandingan Liga Inggris di stadion Etihad, Manchester, 27 September 2020. Pool via REUTERS/Laurence Griffiths

    TEMPO.CO, Jakarta - Pep Guardiola dianggap melakukan kesalahan pergantian pemain ada laga Manchester City vs Leicester City yang membuat skuadnya menelan kekalahan 2-5. Eks bek Manchester City, Micah Richards, menilai Guardiola tak seharusnya menarik keluar Fernandinho pada awal babak kedua.

    Richards menilai kekuatan Manchester City dalam menguasai bola mulai goyah ketika Fernandinho ditarik keluar pada menit ke-51 dan hanya menyisakan Rodri sebagai gelandang bertahan. Guardiola memasukkan penyerang muda Liam Delap untuk memperkuat daya gedor anak asuhnya.

    Akan tetapi, masuknya Delap tak berdampak banyak terhadap kekuatan Manchester City dalam membongkar pertahanan rapat Leicester City. Bahkan, keluarnya Fernandinho, dinilai membuat lini tengah The Citizens semakin mudah ditembus serangan balik lawan.

    "Manchester City adalah tim yang mengandalkan penguasaan bola. Saya tak menyalahkan hanya kepada Rodri, tetapi dia tak mampu membaca bahaya seperti Fernandinho sehingga lini belakang terus tereksploitasi," kata dia.

    "Berapa kali itu harus terjadi sebelum City memperbaikinya? Semua orang berbicara tentang pertahanan - dan itu berantakan, itu benar-benar memalukan."

    "Tapi ada yang lebih dari itu. Mereka lemah, terlalu lemah."

    Ucapan Richard mungkin ada benarnya. Pasalnya, dua menit setelah Fernandinho keluar Leicester City langsung unggul 2-1 lewat gol kedua Jamie Vardy.

    Tiga gol Leicester City berikutnya juga menunjukkan betapa buruknya lini tengah Manchester City. Gol James Maddison misalnya, tak ada satu pun pemain Manchester City yang menutup ruang tembak gelandang asal Inggris itu sehingga dia mampu melepaskan tendangan terarah dari luar kotak penalti.

    Dua gol penalti Leicester City pada babak kedua juga membuktikan hal yang sama. Eric Garcia dan Benjamin Mendy kewalahan menghadapi kecepatan pemain Leicester City yang tak terbendung lini tengah sehingga harus melakukan pelanggaran.

    Kemenangan besar itu membuat Leicester City kokoh di puncak klasemen Liga Inggris dengan perolehan 9 angka. Anak asuh Brendan Rodgers belum terkalahkan musim ini. Sementara Manchester City harus puas berada di posisi ke-13 dengan perolehan tiga angka. Mereka baru memainkan dua pertandingan musim ini.

    SKY SPORTS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kasus Harian Covid-19, Hampir Tiap Bulan Rekor

    Pada 29 November 2020, Kasus Harian Covid-19 sebanyak 6.267 merupakan rekor baru dalam penambahan harian kasus akibat virus corona di Indonesia.