Bos Barcelona Tak Khawatirkan Performa Antonie Griezmann, Tapi....

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyerang Barcelona Antoine Griezmann (kanan) melakukan selebrasi bersama Lionel Messi setelah mencetak gol ke gawang Villarreal dalam laga lanjutan Liga Spanyol tanpa penonton di tengah pandemi COVID-19 di Stadion de la Ceramica, Villarreal, Spanyol, Minggu (5/7/2020) waktu setempat. (ANTARA/REUTERS/Albert Gea)

    Penyerang Barcelona Antoine Griezmann (kanan) melakukan selebrasi bersama Lionel Messi setelah mencetak gol ke gawang Villarreal dalam laga lanjutan Liga Spanyol tanpa penonton di tengah pandemi COVID-19 di Stadion de la Ceramica, Villarreal, Spanyol, Minggu (5/7/2020) waktu setempat. (ANTARA/REUTERS/Albert Gea)

    TEMPO.CO, Jakarta - Masa depan Antoine Griezmann di Barcelona kembali diragukan setelah bermain tak sesuai harapan pada laga perdana musim ini kontra Villarreal akhir pekan kemarin. Meskipun demikian, Pelatih Barcelona Ronald Koeman menilai tak ada yang salah dengan permainan penyerang asal Prancis itu.

    Dalam konferensi pers menjelang laga Celta Vigo vs Barcelona, Ronald Koeman ditanya soal performa Antoine Griezmann yang dinilai buruk. Dia pun menyatakan tak ada yang salah dengan performa Griezmann.

    Koeman juga menjelaskan peran Griezmann dalam skema permainannya. Meskipun awalnya bermain sebagai sayap kanan, menurut dia, Griezmann diberikan lebih banyak kebebasan untuk bergerak.

    "Itu (performa Griezmann) tak mengkhawatirkan saya. Antoine bermain baik," kata Koeman.

    "Dia bermain dari kanan, tetapi tak terpaku di posisi sayap, dengan kebebasan. Dia bermain baik dan ketika saya menjalani laga Belanda vs Prancis dia juga bermain dari posisi itu," kata Koeman.

    Baca: Celta Vigo Vs Barcelona, Ousmane Dembele Kemungkinan Gantikan Antoine Griezmann

    Antoine Griezmann memang dinilai bermain kurang maksimal meskipun Barcelona menang 4-0 atas Villarreal. Eks penyerang Atletico Madrid itu tak banyak terlibat dalam empat gol yang diciptakan Barcelona. 

    Meskipun demikian, Koeman memberi sinyal belum puas dengan para penyerang yang dia miliki meskipun sudah memiliki Griezmann, Martin Braithwaite dan Lionel Messi. Dia menyatakan masih menginginkan satu pemain lagi.

    "Kami ingin memiliki dua atau tiga pemain per posisi. Kami telah memainkan Leo (Lionel Messi) sebagai penyerang, Griezmann juga bisa bermain di sana, tetapi mereka adalah pemain dengan tipe berbeda," kata Koeman.

    "Martin (Braithwaite) lebih dari seorang penyerang dan akan mendapakan kesempatannya, tetapi kami ingin satu penyerang lagi."

    Ronald Koeman sebelumnya memang disebut ingin mendatangkan anak buahnya di Timnas Belanda, Memphis Depay. Lyon, klub Depay saat ini, bahkan telah membuka pintu keluar bagi si pemain.

    Baca juga: Celta Vigo Vs Barcelona Malam Ini, Ronald Koeman Alami Krisis Lini Belakang

    Akan tetapi Barcelona masih belum juga merampungkan transfer si pemain hingga pihak Lyon memberi ultimatum tak akan melepas si pemain jika kesepakatan belum tercapai pada Jumat besok waktu setempat.

    Soal transfer Memphis Depay itu, Ronald Koeman pun menyatakan bisa memahaminya. Dia menyatakan Barcelona, dan klub lainnya, sedang mengalami krisis sehingga mengalami kesulitan finansial untuk mendatangkan pemain baru. Dia pun menyatakan akan mengandalkan para pemain yang mereka miliki jika Barcelona gagal mendatangkan pemain baru.

    "Kami tahu secara finansial klub mengalami masalah, seperti juga klub lain. Ada satu atau dua posisi yang harus kami benahi. Dan kami sedang mengerjakannya. Ada beberapa pilihan tetapi itu rumit. Klub harus bekerja keras untuk mewujudkan transfer. Jika tidak, kami akan menggunakan pemain yang ada karena saya tak keberatan dengan mereka," kata Koeman.

    AS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    QAnon dan Proud Boys, Kelompok Ekstremis Sayap Kanan Pendukung Donald Trump

    QAnon dan Proud Boys disebut melakukan berbagai tindakan kontroversial saat memberi dukungan kepada Donald Trump, seperti kekerasan dan misinformasi.