7 Cerita Masa Kecil Ansu Fati di Sevilla Sebelum Direkrut Barcelona

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ansu Fati seusai mencetak gol ke gawang Villareal. Credit. Marca.

    Ansu Fati seusai mencetak gol ke gawang Villareal. Credit. Marca.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pada dinihari nanti, Senin 5 Oktober 2020, pemain penyerang Ansu Fati akan membela FC Barcelona melawan Sevilla untuk pertama kali dalam pertandingan La Liga Spanyol di Stadion Camp Nou, Barcelona.

    Sevilla adalah klub yang dibela Fati selama satu setengah tahun, yaitu dari musim panas 2020 sampai musim gugur 2012. Rentang waktu itu adalah tak hanya masa pembinaan kariernya di sepak bola, tapi juga sebagai manusia.   

    Ini adalah cerita tentang pembetukan karier Ansu Fati di Sevilla, sebelum menjadi bintang muda di Barcelona dan sudah melakukan debutnya di tim nasional Spanyol sekarang pada usia 17 tahun.  

    1 Dari Mana Anak Kecil Ini Berasal?

    Penampilan pertama yang penting buat Ansu Fati dalam membela Sevilla terjadi dalam Turnamen Mini Piala Dunia Junior Antarklub yang digelar setiap tahun di Portugal oleh Ricardo Gody. Turnamen ini sekarang dilaksana di Costa Daurada, Tarragona.

    Ansu dalam kategori usia bocah (pre-benjamin). Tapi, pelatih junior di Sevilla, Ernesto Chao, merekrutnya untuk melompati dua kategori usia. Ia bermain melawan anak-anak yang berusia tiga tahun lebih tua darinya.

    Fati bermain sangat mengesankan dalam sebuah pertandingan melawan tim dari Brasil. Lawan kemudian meminta bukti tertulis untuk membuktikan bahwa adalah benar ia baru berusia delapan tahun. Ansu kemudian mengelarkan paspornya yang menunjukkan ia dilahirkan di Bissau, Guinea-Bissau, Afrika Barat, pada 31 Oktober 2002.

    Sevilla kemudian memenangi turnamen ini setelah mengalahkan Ajax pada final. Di tim Sevilla saat itu adalah seorang pemain lain yang juga kelak bergabung ke Barcelona, yaitu Nils Mortimer dari Malaga yang kini masih berada di Barcelona B.

    2 Penuh Bopeng di Kaki

    Ketika Ansu Fati bergabung dengan Sevilla, sejumlah rekan satu timnya terkejut melihat kakinya penuh bekas luka. Sejumlah pelatih di Akademi Sevilla penasaran dari mana anak yang penuh bopeng di kakinya ini berasal?

    Ansu menjelaskan asal terjadinya penuh bekas tanda luka di kakinya. “Di Bissau, kami biasa bermain di jalanan dan kami sering menabrak pintu serta dinding rumah yang terbuat dari besi.”

    3 Idolanya adalah Jesus Navas

    Suatu hari, setelah latihan, Ansu pergi bersama pelatihnya ke pusat pertokoan di dekat pusat peralatan olahraga di Sevilla. Ia perlu sepatu bola. Ia mencoba beberapa sepatu, tapi terlalu pendek. Ia kemudan jatuh cinta dengan sepasang sepatu berwarna unggu yang mengingatkan pada salah satu sepasang sepatu milik Jesus Navas, salah satu idola Ansu.

    Dengan malu-malu, Ansu Fati meminta jika ia dibelikan sepatu unggu itu dan beberapa hari kemudian, Navas membubuhkan tanda tangan di atas sepatu itu.

    Beberapa tahun berlalu. Jesus Navas terbang ke Inggris untuk menerima pinangan Manchester City dan kembali ke Sevilla. Ansu sudah pindah ke Akademi FC Barcelona sampai meraih promosi membela tim utama Barcelona musim lalu. Ia ikut rombongan tim Barcelona bertandang ke Stadion Sanchez Pizjuan, Juni lalu.

    Tapi, saat itu Ansu tidak dimainkan dan tidak berani mengetuk pintu kamar ganti lawannya untuk meminta kostum tim Sevilla yang dipakai Jesus Navas. Beberapa hari kemudian melalui seorang karyawan klub, Ansu akhirnya bisa mendapatkan kostum Jesus Navas.

    4 Peran Penting Pascual dan María del Mar

    Ansu Fati kecil menghabiskan waktu berjam-jam di rumah  Pascual dan María del Mar di Herrera, pasangan manajer bank dan pengacara. Pasangan ini sudah menganggap Ansu seperti anak ketiganya.

    Pascual berperan membawa Ansu dari Herrera ke Osasuna, sekitar 85 kilometer dari Seville. Dari Osasuna, Ansu naik bus yang disewa Sevilla untuk membawa sejumlah anak kecil dari kawasan provinsi Andalusia untuk berlatih di klub yang berdomisili di Seville itu.

    Pascual dan María del Mar menotong Ansu mengerjakan pekerja rumahnya dan beradaptasi di Herrera. Tahun-tahun berlalu, tapi Ansu tidak melupakan orang tua asuhnya di Herrera itu dan menjalin hubungan sampai sekarang.   

    5 Dua Sandwich untuk Persediaan

    Adalah kebiasaan Ansu untuk pergi mencari makanan di sebuah bar dalam kawasan markas latihan Sevilla sebelum atau setelah latihan. Ia bisa memesan roti lapis atau sandwich yang pedas ala Spanyol, tortilla sandwich.

    Semula kelihatan wajar saja. Tapi, kemudian diketahui María del Mar, wanita yang merawatnya di Herrera, juga membawa sebungkus sandwich untuknya setiap hari.

    Staf tim Sevilla kemudian bertanya apa yang dilakukannya dengan sandwich disiapkan María del Mar untuknya dari  Herrera. “Ia bilang kepada kami bahwa di negaranya, anda tidak makan sampai anda sudah punya makan untuk hari berikutnya. Itu sebabnya, ia menyimpan sandwich yang dibawanya dari Herrera da memakan tortilla di kota olahraga ini,” kata seorang staf di Sevilla.

    6 Orang Asing di Seville

    Ansu Fati baru memperoleh kewarganergaraan Spanyol pada September 2019. Sebelumnya ia adalah adalah pemain asing sebelum berusia 18 tahun. Ansu memperoleh keuntungan dari peraturan di kawasan Andalusia, bahwa klub-klub boleh mendaftarkan para pemain muda asingnya untuk menjalani proses naturalisasi, selama mereka terdatar di Andalusia.

    7 Perpisahan Tak Mengenakkan dengan Sevilla

    Kepindahannya dari Sevilla ke Barcelona tak berlangsung dengan damai. Menurut Sevilla, Ansu menjalani beberapa bulan terakhirnya tanpa bermain membela klub Andalusia ini. Pasalnya, Barcelona meminta Ansu yang masih sangat muda tidak mengalami cedera ke pindah ke klub di ibukota Catalan ini.

    Sevilla tidak pernah menolak untuk memberikan Ansu kepada Barcelona secara bebas. Meski demikian, Sevilla mengakui akan lebih suka melakukan komunikasi lebih jauh dengan ayah Ansu lebih dulu, yang ikut menentukan keputusan untuk menerima lamaran Barcelona.

    Ketika masa depan Anfu Fati di tim senior Barcelona belum seperti sekarang dan masih tergabung di Barcelona B, ayahnya dikabarkan menawarkan anaknya ke Sevilla untuk kembali ke klub Andalusia itu. Ansu ditawarkan sang ayah untuk bisa bermain di tim B, Sevilla Atletico, bersama kakaknya, Brahima, yang saat itu bermain untuk Vilafranca. Ayahnya, Bori Fati, mantan pemain sepak bola yang membawa keluarga berimigrasi dari Guinea- Bissau ke Portugal dan kemudian ke Herrera, yang masuk dalam wilayah Seville.

    Baca Juga: Celta Vigo Vs Barcelona 0-3, Ansu Fati Cetak Gol Lagi

    SPORT ENGLISH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.