MU dan Liverpool Kalah Telak, Carragher Prediksi Akan Hadir Lebih Banyak Kejutan

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Liverpool Mohamed Salah dan rekan satu timnya terlihat sedih setelah kebobolan gol ketujuh dalam pertandingan Liga Primer melawan Aston Villa di Villa Park, Birmingham, Inggris, Senin dinihari, 5 Oktober 2020. Aston villa membantai Liverpool 7-2. REUTERS/Rui Vieira

    Pemain Liverpool Mohamed Salah dan rekan satu timnya terlihat sedih setelah kebobolan gol ketujuh dalam pertandingan Liga Primer melawan Aston Villa di Villa Park, Birmingham, Inggris, Senin dinihari, 5 Oktober 2020. Aston villa membantai Liverpool 7-2. REUTERS/Rui Vieira

    TEMPO.CO, Jakarta - Ini adalah awal musim Liga Inggris yang berbeda. Klub-klub besar yang jadi unggulan silih berganti mengalami kekalahan besar.

    Manchester City, tim paling difavoritkan juara musim ini, menjadi korban pertama. Mereka dikalahkan Leicester City 5-2 di Etihad Stadium pada pekan ketiga.

    Pada pekan keempat, giliran Liverpool dan Mancheste United yang mendapat malu. Liverpool yang merupakan juara bertahan takluk 2-7 di kandang Aston Villa. Manchester United juga keok 1-6 saat menjamu Tottenham Hotspur.

    Baca Juga: Kata Klopp Setelah Liverpool Dipermalukan Aston Villa

    Hasil-hasil yang tidak terduga itu meningkatkan peluang untuk hadirnya juara yang tidak terduga.Saat ini, posisi tiga besar klasemen dikuasi Everton (nilai 12), Aston Villa (9), dan Leicester (9).

    Mantan pemain Liverpool, Jamie Carragher, justru senang melihat apa yang terjadi. "Saya menginginkan Liga Premier menjadi lebih seperti musim ini," kata dia, kepada Sky Sports.

    Jamie Carragher. Instagram/@23_carra

    “Ketika Anda berbicara tentang 95 poin untuk memenangi liga, itu luar biasa. Tetapi dalam beberapa hal itu membunuh Liga Premier.

    Ia lebih suka melihat kompetisi yang diwarnai persainagan ketat.
    “Saya ingin kembali ke saat memenangkan liga adalah pertengahan 80 poin," kata Carragher.

    "Itu hanya berarti Anda mengalami lebih banyak kekalahan dan ada lebih banyak kegembiraan, dan tim yang finis di urutan keempat, kelima dan keenam tidak terlalu jauh di belakang."

    “Saya pikir musim ini bisa menjadi unik.”

    Baca Juga: Hasil dan Klasemen Liga Inggris

    Dengan tidak adanya penggemar di stadion, akibat pembatasan Covid-19, keunggulan kandang tidak lagi banyak berpengaruh. Musim ini lebih sedikit rata-rata pertandingan yang dimenangi tim tuan rumah daripada dalam lima musim terakhir.

    Selain itu, dengan jadwal yang lebih ketat, hanya ada dengan sedikit waktu bagi setiap tim untuk berkumpul kembali dan memulihkan diri. Stadion kosong memiliki nuansa permainan di tempat latihan yang berbeda, diduga telah membantu meningkatkan volume gol.

    Carragher percaya akan lebih banyak kejutan yang akan datang di Liga Inggri smusim ini.

    “Tidak ada pramusim, ini adalah liga yang padat untuk memasukkan semua pertandingan,” kata Carragher.

    “Tidak ada waktu bagi pelatih untuk bekerja dengan tim mereka di lapangan latihan untuk mengatasi kelemahan pertahanan, seperti yang telah kita lihat dengan hampir setiap tim musim ini."

    “Kita mungkin mendapatkan musim seperti Leicester (mereka memenangkan gelar Liga Premier pada 2015-16) dan mendapatkan juara baru. Juga mungkin tercipta empat besar yang aneh, dan saya pikir itu pertanda baik untuk Liga Premier musim ini.”

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?