Paul Pogba Diminta Diam dan Lebih Fokus di Manchester United

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gelandang Manchester United Paul Pogba, memiliki kekayaan sebesar 26,4 juta pounds atau Rp 505 miliar. Sascha Steinbach/Pool via REUTERS/File Photo

    Gelandang Manchester United Paul Pogba, memiliki kekayaan sebesar 26,4 juta pounds atau Rp 505 miliar. Sascha Steinbach/Pool via REUTERS/File Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Gelandang Manchester United Paul Pogba menjadi sasaran kritikan setelah mengungkapkan keinginannya bermain di Real Madrid. Pogba dinilai tak memiliki jiwa kepemimpinan karena mengungkapkan hal itu di tengah performa timnya yang buruk.

    Kritikan tersebut dilontarkan oleh mantan bek kanan Liverpool, Steve Nicol. Menurut dia, Pogba tak sepantasnya berkomentar seperti itu meskipun ditanya media terkait keinginan Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, merekrutnya.

    "Hanya karena seseorang bertanya kepada anda, tak berarti anda harus menjawabnya," kata Nicol seperti dilansir media Daily Mail.

    "JIka anda menjawabnya, anda hanya harus mengatakan,'Saya bahagia di Manchester United, itu hal satu-satunya yang saya pikirkan', dan itu akan menjadi akhir dari cerita."

    "Saya kira apa yang dikatakan Paul Pogba memberitahukan anda seperti apa dia. Saya sebenarnya sudah mengamatinya sejak lama, mungkin sejak dua tahun pertama dia berada di Manchester United."

    "Tetapi itu sangat jelas, pria ini tidak memiliki jiwa kepemimpinan, itu yang bisa anda katakan."

    Sebelumnya Pogba memang kembali menyatakan keinginannya bermain di Real Madrid. Dalam konferensi pers bersama Timnas Prancis dia ditanya soal keinginan Zidane merekrutnya dan kontraknya di Manchester United yang tinggal satu tahun lagi.

    Dengan santai, Paul Pogba pun tak menutupi keinginannya untuk hengkang ke Santiago Barnebeu.

    "Semua pesepakbola ingin bermain untuk Real Madrid. Itu impian saya suatu hari nanti, kenapa tidak?" kata dia.

    Pernyataan Paul Pogba tersebut dianggap tak pantas. Pasalnya Manchester United pada awal musim ini mendapatkan hasil buruk.

    Dari tiga laga awal Liga Inggris, Manchester United menelan dua kekalahan. Terakhir mereka dibungkam Tottenham Hotspur dengan skor 1-6.

    Sama seperti Nicol, pengamat sepak bola Inggris, Jan Age Fjortoft, pun mengkritik Pogba. Menurut dia Paul Pogba seharusnya lebih banyak bertindak di dalam lapangan dan bukan banyak berbicara di luar lapangan.

    Pria asal Norwegia tersebut juga menilai ucapan Pogba itu hanya gertak sambal karena dia menginginkan kenaikan gaji.

    "Saya ingin mengutip pernyataan yang pernah saya tulis di twitter beberapa tahun lalu untuk Pogba. Pertama Coba jadilah seorang pemimpin. Kedua, jangan bertindak seakan sebagai seorang pemenang di luar lapangan. Ketiga, kembalikan Manchester United menjadi tim terbaik di Inggris. Keempat, lihat gajimu saat ini sebelum kamu meminta lebih banyak uang," ujarnya.

    Keinginan Paul Pogba untuk bermain di Real Madrid memang bukan barang baru. Dia setidaknya sudah menyatakan hal itu sejak tiga tahun lalu.

    Pogba sempat menyatakan mengagumi dan ingin bermain di bawah asuhan Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane. Ucapan itu tercetus saat hubungannya dengan Jose Mourinho, mantan Manajer Manchester United, memanas.

    Usai membawa Timnas Prancis menjuarai Piala Dunia 2018, Pogba kembali melontarkan pernyataan tersebut lantaran kritik pedas yang dilancarkan Mourinho. Manajer asal Portugal itu menilai Pogba bermain tidak maksimal di Manchester United, tidak seperti saat membela Timnas Prancis.

    Kabar kepindahannya ke Real Madrid pun menyeruak setelah Manchester United tak mau memberikan kenaikan gaji seperti yang diinginkan si pemain. Namun kabar tersebut teredam setelah Mourinho akhirnya dipecat dan digantikan oleh Ole Gunnar Solskjaer.

    Kini, dengan kontraknya yang tersisa hingga Juni 2021, Paul Pogba kembali menyatakan ingin bermain di Real Madrid. Manchester United sendiri memiliki opsi perpanjangan satu tahun secara otomatis sehingga bisa menahan si pemain hingga Juni 2022.

    DAILY MAIL| ESPN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.