Juventus Umumkan Rugi Sampai Rp 1,5 Triliun pada 2019-2020

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Juventus yang besar dipajang disisi stadion Olympic, di depan bangku para pendukungnya, jelang berlangsungnya Final Piala Champion di Berlin, Jerman, 5 Juni 2015. Final Piala Champion antara Juventus dan Barcelona akan berlangsung pada 7 Juni dini hari nanti. (AP Photo)

    Logo Juventus yang besar dipajang disisi stadion Olympic, di depan bangku para pendukungnya, jelang berlangsungnya Final Piala Champion di Berlin, Jerman, 5 Juni 2015. Final Piala Champion antara Juventus dan Barcelona akan berlangsung pada 7 Juni dini hari nanti. (AP Photo)

    TEMPO.CO, JakartaJuventus mengumumkan kerugian 89,7 juta euro atau setara Rp 1,5 triliun pada 2019-2020. Rilis pernyataan itu disampaikan setelah Rapat Pemegang Saham Tahunan.

    Rapat ini berbeda dari sebelumnya. Kali ini tanpa partisipasi fisik para pemegang saham. Hal itu dilakukan untuk meminimalkan risiko terkait dengan pandemi Covid-19.

    Bianconeri melaporkan kerugian 89,7 juta euro dalam laporan tahunan keuangan yang berakhir pada 30 Juni 2020. Jumlah itu termasuk 39,9 juta euro kerugian tahun sebelumnya.

    Baca juga: Berita Juventus: Setelah Ronaldo, Weston McKennie Juga Positif Covid-19

    "Rapat Umum Pemegang Saham Juventus Football Club SpA bertemu di Turin hari ini," bunyi pernyataan klub.

    “Untuk meminimalisir risiko yang terkait dengan keadaan darurat kesehatan yang sedang berlangsung terkait dengan penyebaran Covid-19, partisipasi dari mereka yang memiliki suara dalam Rapat Pemegang Saham dilakukan secara eksklusif melalui perwakilan yang ditunjuk, tanpa partisipasi fisik dari pemegang saham."

    “Rapat Pemegang Saham menyetujui laporan keuangan pada 30 Juni 2020, yang ditutup dengan kerugian 89,7 juta euro (di antaranya 39,9 juta euro mengacu pada tahun keuangan 2018-19).”

    FOOTBALL ITALIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.