Bek Bhayangkara FC Ini Berharap Liga 1 Tak Ditunda Lagi Tahun Depan

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepak bola Bhayangkara FC, Jajang Mulyana (tengah) berusaha melerai rekannya Marinus Mariyanto (kanan) yang bersitegang dengan pesepakbola Arema FC, Rodrigo Ost Dos Santos (kiri) dalam pertandingan Piala Presiden Grup E di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, 30 Januari 2018. ANTARA/Ari Bowo Sucipto

    Pesepak bola Bhayangkara FC, Jajang Mulyana (tengah) berusaha melerai rekannya Marinus Mariyanto (kanan) yang bersitegang dengan pesepakbola Arema FC, Rodrigo Ost Dos Santos (kiri) dalam pertandingan Piala Presiden Grup E di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, 30 Januari 2018. ANTARA/Ari Bowo Sucipto

    TEMPO.CO, Jakarta - Bek Bhayangkara FC Jajang Mulyana mengharapkan Liga 1 Indonesia tak kembali mengalami penundaan tahun depan. Hal itu terkait batalnya PSSI dan PT Liga Indonesia Baru kembali menggulirkan kompetisi tersebut awal bulan ini dan diundur hingga Februari 2021.

    Jajang mengatakan penangguhan kompetisi hingga awal 2021 sudah mempengaruhi mental pemain dan merugikan tim. Pasalnya, dia menyatakan tim sudah dalam kondisi siap tempur tapi tiba-tiba kompetisi kembali ditangguhkan.

    "Sekarang mental, psikologi pemain sudah kena, jadi tahun depan mesti lebih banyak persiapan jangan sampai terulang seperti tahun ini. Mudah-mudahan liga lebih baik kualitasnya di tahun depan," kata Jajang melalui laman resmi klub itu.

    Ia menyayangkan sikap pihak-pihak terkait yang membuat liga terus berubah. Padahal, menurut dia Indonesia bisa belajar dari negara-negara lain di Asia Tenggara yang sanggup menggelar kompetisi di tengah pandemi seperti Malaysia dan Thailand.

    "Tiru negara Asean kaya Thailand, jangan selalu ke Eropa yang jauh-jauh. Kita ini olahraga jangan disatuin sama politik," kata dia.

    Namun dia mengaku mendapat hikmah di balik penundaan kompetisi Liga 1. Jajang yang baru saja sembuh dari cedera bisa memaksimalkan jeda waktu panjang ini untuk mengembalikan kondisi fisik secara prima.

    "Buat saya molornya kompetisi ada keuntungannya buat recovery cedera dan persiapan tahun depan. Karena sembilan bulan pasca operasi saya jalani terapi sampai sekarang dan maintenance di pusat kebugaran agar otot tidak kendur," kata dia.

    Bhayangkara FC sendiri akhirnya meliburkan para pemainnya setelah PSSI dan PT LIB menyatakan kompetisi kembali diundur hingga Februari tahun depan. Skuad asuhan Paul Munster itu diminta tetap berlatih mandiri di kediaman masing-masing guna menjaga kondisi fisik tidak menurun drastis.

    Penundaan Liga 1 ini merupakan yang ketiga kalinya terjadi. Sebelumnya PSSI dan PT LIB sempat berencana kembali menggelar kompetisi pada September. Akan tetapi hal itu terkendala dengan izin menggelar even olahraga yang tak keluar.

    Jadwal kompetisi Liga 1 2020 pun diundur hingga awal Oktober namun kembali mendapat hambatan dan diundur hingga November. Kondisi pandemi Covid-19 yang tak kunjung mereda pun membuat kompetisi sepak bola tertinggi di tanah air itu kembali diundur. Kali ini PSSI dan PT LIB memutuskan kompetisi diundur hingga Februari tahun depan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Lengkap Harga Mobil Toyota Tanpa PPnBM, dari Avanza hingga Vios

    Relaksasi Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) mobil berlaku pada 1 Maret 2021. Terdapat sejumlah model mobil Toyoto yang mendapat diskon pajak.