Diego Maradona Meninggal, Pep Guardiola: Saya Turut Berduka Untuk Sergio Aguero

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Legenda Argentina Diego Armando Maradona, menendang bola saat pertandingan amal

    Legenda Argentina Diego Armando Maradona, menendang bola saat pertandingan amal "Derby of the Heart" di Stadion Olympico di Roma, 12 Mei 2008. REUTERS/Max Rossi/File Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Manajer Manchester City, Pep Guardiola, turut berduka atas meninggalnya Diego Armando Maradona. Dia menyatakan dukungannya kepada penyerang Manchester City, Sergio Aguero, yang merupakan mantan menantu legenda sepak bola Argentina tersebut.

    Berbicara usai laga Olympiacos vs Manchester City, Guardiola menyatakan bahwa Maradona merupakan salah satu pemain terhebat dalam sejarah sepak bola. Dia menyatakan sempat menyaksikan betapa Maradona sangat dicintai oleh rakyat Argentina meskipun kehidupannya cukup amburadul pasca gantung sepatu.

    "Pertama-tama saya ingin memberikan dukungan kepada Sergio (Aguero), karena bagi anaknya Diego adalah seorang kakek," kata Guardiola.

    "Ada beberapa pemain hebat dalam sejarah sepak bola dan dia adalah salah satunya, dari generasi kami. Piala Dunia 1986 dan lainnya, itu adalah sesuatu yang membuat sepak bola ini lebih baik. Atas nama Manchester City dan keluarganya, saya ingin mengirimkan pelukan erat."

    "Saya pernah melihat sebuah spanduk di Argentina yang bertuliskan:'Tak masalah apa yang kamu lakukan dengan hidup kamu, yang terpenting adalah apa yang kamu lakukan bagi hidup kami.'," ucap Guardiola mengenang spanduk dukungan terhadap Maradona dari rakyat Argentina.

    Penyerang Manchester City Sergio Aguero memang merupakan mantan menantu Maradona. Aguero menikahi putri Maradona, Giannina Maradona, pada 2009 dan memiliki seorang anak sebelum keduanya berpisah pada 2012.

    Diego Maradona meninggal pada usia 60 tahun di Buenos Aires, Argentina, Rabu pagi, 25 November 2020 waktu setempat. Agen Maradona, Matias Morla, membenarkan kabar tersebut kepada EFE.

    Kabar meninggalnya Maradona awalnya dilansir koran Argentina Clarin. Menurut berita Clarin, Maradona, yang membawa Argentina meraih Piala Dunia 1986, meninggal karena serangan jantung.

    Sebelumnya Maradona juga sempat menjalani operasi karena ada pembekuan darah di bagian otaknya. Pembekuan darah itu disebut terjadi karena dia memukul sendiri kepalanya karena mengalami depresi.

    Sebelum laga Olympiacos vs Manchester City dan juga laga lainnya di Liga Champions malam tadi, seluruh pemain sejenak mengheningkan cipta untuk mengenang jasa Maradona.

    UEFA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.