Bagus Kahfi Gagal Pindah ke Utrecht, Ini Kata Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagus Kahfi. (instagram/@baguskahfiii)

    Bagus Kahfi. (instagram/@baguskahfiii)

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri, mengatakan bahwa kesepakatan klub Barito Putera dan pemain Bagus Kahfi bukan ranah PSSI. Hal ini diungkapkannya setelah Bagus Kahfi belum bisa bergabung ke klub FC Utrecht, Belanda.

    Sebelumnya, Utrecht telah memberikan tawaran hingga Jumat (27 November 2020) kepada Barito Putera untuk melepas Bagus Kahfi. Namun, tim asal Banjarmasin itu belum bisa melepas Bagus.

    Rencana proses perpindahan ini dibantu oleh Mola TV, yang sebelumnya sudah bekerja sama dengan PSSI membuat program Garuda Select untuk memberikan pelatihan terbaik kepada pemain Indonesia di Inggris selama enam bulan.

    Hal ini merupakan sumbangsih PSSI kepada klub untuk memberikan pelatihan terbaik kepada pemain-pemain terbaik yang ada di klub. Setelah itu PSSI mengembalikan pemain ke klub.

    "Kalau ada pihak lain yang ingin menyalurkan pemain ke klub luar negeri, itu urusan klub dengan klub tersebut. PSSI tidak bisa ikut disitu. Terkait Bagus Kahfi karena miss komunikasi dari awal karena dia disalurkan ke klub lain sebelum dikembalikan ke klub," kata Indra Sjafri, seperti dikutip laman PSSI.

    Oleh sebab itu, atas arahan Ketua Umum PSSI (Mochamad Iriawan) agar memediasi hal tersebut. Pemain tersebut (Bagus Kahfi) harus kembali ke klub awalnya (Barito Putera).

    "Hal ini karena kewajiban PSSI untuk mengembalikan pemain ke klubnya. Dan Bagus beserta orang tuanya melakukan pembicaraan bersama Barito Putera untuk memperbaiki komunikasi. Ini sudah dilakukan oleh Bagus Kahfi. Sekarang bagaimana Bagus Kahfi boleh pindah atau tidak itu urusan profesional klub," kata Indra Sjafri.

    "PSSI menginginkan semuanya berjalan dengan baik dan lancar. Dan PSSI tidak bisa mengintervensi kontrak antara pemain serta klub dalam hal ini Barito Putera. Jadi PSSI tidak bisa masuk terlalu dalam dalam urusan ini."

    Proses rekrutmen pemain Garuda Select dari kompetisi Elite Pro Academy PSSI yang sudah berjalan sejak 2018. Jadi setiap pemain Garuda Select sudah punya klub.

    "Mola TV dalam hal ini juga mencarikan jalan agar pemain Indonesia bisa berlaga di klub Eropa. Mola TV kalau memang mau menyalurkan harus berkomunikasi baik dengan klub dan tidak cukup hanya bicara dengan pemain ataupun orang tua pemain yang bersangkutan," ungkap mantan pelatih timnas U-19 dan U-23 tersebut.

    Saat ini Bagus Kahfri masih terikat kontrak dengan Barito Putera. Dengan hal tersebut menjadi hak Barito Putera untuk melepas atau tidak melepas pemain tersebut.

    "PSSI saat ini juga menunggu kesembuhan Bagus Kahfi secara 100 persen dan ia akan dipanggil untuk bergabung ke timnas U-19. Kami yakin ia mampu bersaing di skuat timnas U-19 dan terbuka peluang dia bermain di Piala AFC serta Piala Dunia nanti. Bila ia mampu bermain apik di dua ajang tersebut pasti terpantau oleh banyak talent scout dan bisa saja bergabung ke klub di Eropa," kataIndra Sjafri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.