Dicoret Timnas U-19, Barito Putera Kirim Yudha Febrian ke Pesantren

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain timnas Indonesia Mochamad Yudha Febrian (kanan) berebut bola di udara dengan pemain Myanmar Moe Swe dalam laga lanjutan Piala AFF U-18 di Stadion Thong Nhat Ho Chi Minh, Vietnam, Senin, 19 Agustus 2019. ANTARA

    Pemain timnas Indonesia Mochamad Yudha Febrian (kanan) berebut bola di udara dengan pemain Myanmar Moe Swe dalam laga lanjutan Piala AFF U-18 di Stadion Thong Nhat Ho Chi Minh, Vietnam, Senin, 19 Agustus 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, JakartaManajemen Barito Putera masih menoleransi sikap indisipliner pemainnya, Mochamad Yudha Febrian setelah kedapatan berada di tempat hiburan malam. Namun, Barito Putra akan mengirimnya ke pesantren untuk membenahi mental pemain muda tersebut.

    Atas sikap indisipliner itu membuat Yudha harus dicoret dalam pemusatan latihan timnas Indonesia U-19 di Jakarta, sekaligus kehilangan kesempatan menjadi bagian untuk Piala Dunia U-20. "Sebagaimana selayaknya sebuah keluarga, kami sebagai orang tua berkewajiban untuk memberikan pembinaan bukan dalam bentuk hukuman," ujar CEO Barito Putera Hasnuryadi, Sabtu, 5 Desember 2020.

    Ia meneruskan, "Kami dari Barito memberikan tindakan yang sifatnya membina dengan cara mengirimkan Yudha ke pesantren. Harapan kita tindakan yang kita ambil ini bisa membuat Yudha lebih baik lagi, memperbaiki diri dan tidak akan mengulangi kesalahannya lagi."

    Keputusan mengirim ke pesantren di Jawa Barat diambil salah satunya berdasarkan atas hasil klarifikasi Yudha Febrian yang didampingi ayahnya kepada manajemen pada Jumat, 4 Desember 2020. Barito Putera juga ingin mengedepankan asas kekeluargaan ketimbang menghakimi karena akan berpengaruh pada mental dan masa depan si pemain.

    Saat berada di pesantren nanti, Yudha akan dibina mental dan sikapnya dengan dibimbing langsung oleh sang pengasuh pondok pesantren. Selain itu, pemain berusia 18 tahun itu akan mendapatkan latihan fisik, sehingga kondisinya tetap terjaga. “Selain dibina oleh pengasuh pesantren, Yudha juga dapat latihan dari pelatih yang kami siapkan khusus mendampinginya di pesantren," kata Hasnuryadi.

    Adapun Mochamad Yudha Febrian mengaku menyesal atas perbuatan yang dilakukannya dan membuat dia harus tersisih di skuat timnas U-19. Ia akan menerima keputusan manajemen Barito Putera untuk melakukan pembinaan tersebut. "Saya meminta maaf kepada keluarga besar Barito Putera, Timnas Indonesia dan seluruh masyarakat Indonesia atas kesalahan yang telah saya perbuat. Semoga ke depannya saya bisa lebih baik lagi, ini menjadi pelajaran buat saya sebagai pemain," katanya.

    Beda hal dengan Yudha, pemain Bhayangkara Solo FC Serdy Ephy Fano justru nasibnya lebih sial. Ia langsung didepak dari skuad The Guardians setelah manajemen mengadakan rapat internal. 

    Sebelumnya, Yudha dan Serdy diketahui terekam kamera tengah berada di sebuah tempat hiburan malam saat masih menjalani pemusatan latihan timnas U-19. Yudha dan Serdy kemudian kedapatan pulang ke hotel sekitar pukul 03.00 WIB dan telat menjalani latihan pagi sehingga Shin Tae-yong langsung mencoret nama keduanya dari skuad.

    Fatalnya bagi Serdy, pencoretan ini menjadi yang kedua kalinya. Pada Agustus lalu sebelum timnas U-19 berangkat ke Kroasia, ia didepak karena terlambat mengikuti sesi latihan pagi. Setelah dicoret dan mendapat kesempatan kedua, Serdy malah mengkhianati kepercayaan tersebut dengan mengulang kesalahan yang sama.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.