Membedah Kekurangan Solskjaer yang Membuat Manchester United Kurang Konsisten

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Manchester United Ole Gunnar Solskjr. Pool via REUTERS/Oli Scarff

    Pelatih Manchester United Ole Gunnar Solskjr. Pool via REUTERS/Oli Scarff

    TEMPO.CO, JakartaWakil kepala eksekutif Manchester United Ed Woodward menyatakan akan mendukung kebijakan transfer manajer Ole Gunnar Solksjaer dengan menyediakan dana untuk eksekusi kebijakan itu.

    Woodward mengisyaratkan Solksjaer bakal terus berada di Old Trafford karena manajemen Setan Merah menganggap pelatih itu sudah menciptakan isyarat-isyarat positif di lapangan dan tempat latihan.

    Namun laga Minggu dini hari nanti di Stadion Olimpiade London melawan West Ham United dan terlebih pertandingan hidup mati di Red Bull Arena melawan RB Leipzig Rabu dini hari pekan depan, bisa menjadi pertaruhan nasib Solskjaer.

    Pelatih asal Norwegia ini beberapa kali dikritik para mantan pemain Liga Inggris dan juga pengamat sepak bola di sana karena dianggap tidak memiliki visi yang jelas dan kerap salah membaca pertandingan.

    Bukti terakhir yang paralel dengan tudingan itu adalah saat tetap memasang Fred pada babak kedua pertandingan Liga Champions melawan Paris Saint Germain tengah pekan ini ketika pemain ini tinggal menunggu waktu untuk dikeluarkan wasit.

    Sebelum kartu merah Fred, peluang MU dalam mengimbangi dan bahkan mengalahkan PSG cukuplah besar. Mereka beberapa kali melancarkan tusukan berbahaya yang sebagian gagal akibat tumpulnya Anthony Martial yang tetap saja diturunkan Solksjaer ketika tingkat kemandulan dan ketidak-konsistennya di depan gawang sudah sangat mengkhawatirkan.

    Begitu Fred dikeluarkan, PSG praktis mengendalikan penuh permainan dan kesempatan menciptakan gol pun menjadi kian sulit.

    Fred, Martial dan Solksjaer adalah tiga orang yang disebut-sebut paling bertanggung jawab atas kekalahan 1-3 melawan PSG yang mempersulit United lolos ke fase gugur Liga Champions.

    Namun kesalahan terbesar tetap ada di pundak Solskjaer. Dia sama tidak konsistennya dengan beberapa pemainnya sendiri. Kadang punya visi yang bagus, kadang tidak.

    Sebagai perbandingan, dalam pertandingan melawan PSG itu, dia jelas pelatih yang lebih buruk dari Thomas Tuchel.

    Pelatih PSG ini jeli membaca permainan. Dia tahu Neymar perlu dilindungi dari sisi kiri sehingga memasukkan Mitchel Bakker untuk memproteksi striker Brasil itu.

    Selanjutnya: Solskjaer Kurang Jeli?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.