Barcelona vs Valencia, Ronald Koeman Dibayangi Catatan Hitam Los Che

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Barcelona, Ronald Koeman tampak tertunduk saat berjalan keluar lapangan di sela laga lanjutan Liga Spanyol melawan Getafe di Coliseum Alfonso Perez, Spanyol, 17 Oktober 2020. REUTERS/Juan Medina

    Pelatih Barcelona, Ronald Koeman tampak tertunduk saat berjalan keluar lapangan di sela laga lanjutan Liga Spanyol melawan Getafe di Coliseum Alfonso Perez, Spanyol, 17 Oktober 2020. REUTERS/Juan Medina

    TEMPO.CO, Jakarta - Pada tanggal 18 Desember 2007, Ronald Koeman mengejutkan para penggemar Valencia saat mendepak legenda klub David Albelda, Santiago Canizares dan Miguel Angel Angulo. Setelah 13 tahun berselang, ia akan membawa Barcelona menghadapi klub lama yang telah memecatnya. Meski membawa Valencia menjadi juara Copa del Rey, mereka hanya berjarak dua poin dari zona degradasi La Liga.

    Saat menukangi Valencia, Koeman mengatakan bahwa Albelda harus pergi. Keputusan ini mengejutkan publik. Meski tampil baik sejak kedatangan Koeman di klub, Koeman terang-terangan memberi tahu sang kapten bahwa ia tidak lagi cocok dengan rencananya datidak percaya pada kepemimpinannya.

    Albelda mencoba untuk mendapatkan penjelasan dari Koeman. Namun, hasilnya nihil. Percakapan yang sama kemudian terjadi dengan Canizares dan Angulo. Sejak saat itu, klub melakukan serangkaian kesalahan disertai dengan ambruknya prestasi tim Los Che.

    Pelatih memberi tahu para pemain bahwa mereka harus pergi, tetapi itu tergantung pada klub untuk memfasilitasi kepergian mereka. Namun, hal itu juga tidak terjadi. Saat itu, Direktur Olahraga Miguel Angel Ruiz memberi tahu Albelda harus membayar sendiri klausul pelepasan sebesar 60 juta euro.

    Wakil Presiden Valencia Lucas Enrique kemudian merilis pernyataan yang menyatakan bahwa Albelda dan Canizares akan dikeluarkan tim. Kontrak mereka dihentikan. "Presiden telah menerima keputusan tersebut, memahami bahwa semua karir profesional harus berakhir. Baik Santi dan David telah menjadi pemain penting bagi Valencia, yang akan selalu dikenang dan akan selalu menjadi bagian dari sejarah klub."

    Ketiga pemain mengancam klub akan membawa masalah kontrak ke ranah hukum. Pihak klub pun buru-buru mengeluarkan pernyataan pers bahwa pernyataan Enrique bukan sikap resmi klub, melainkan pernyataan pribadinya. Singkatnya, pengadilan membatalkan kasus tersebut dan ketiganya dipaksa untuk berlatih dan menjauh dari skuad utama.

    Ronald Koeman membatasi tiga pemain senior ini dengan pemain Valencia lainnya. Namun, pada 22 April 2008, hanya enam hari setelah memenangkan Copa del Rey, Koeman dibebas-tugaskan karena beberapa hasil buruk di La Liga. Sang caretaker meminta klub mengembalikan Albelda, Canizares dan Angulo ke dalam tim utama hingga akhir musim. Perselisihan mereda dan Valencia bertahan di La Liga kala itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.