Eibar Vs Real Madrid 1-3, Ada Kontroversi Handball Sergio Ramos

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Reaksi pemain Real Madrid, Sergio Ramos di akhir laga lanjutan Liga Spanyol melawan Eibar di Ipurua, Spanyol, Sabtu, 24 November 2018. Real Madrid mengalami kekalahan telak di kandang Eibar dengan skor 0-3. REUTERS/Vincent West

    Reaksi pemain Real Madrid, Sergio Ramos di akhir laga lanjutan Liga Spanyol melawan Eibar di Ipurua, Spanyol, Sabtu, 24 November 2018. Real Madrid mengalami kekalahan telak di kandang Eibar dengan skor 0-3. REUTERS/Vincent West

    TEMPO.CO, Jakarta - Laga Liga Spanyol antara Eibar vs Real Madrid pada Senin dini hari tadi berakhir dengan skor 1-3. Eibar menyatakan tak puas dengan kepemimpinan wasit Jose Luis Munuera Montero yang tak memberikan hadiah penalti kepada mereka setelah Sergio Ramos menyentuh bola dengan tangannya pada menit ke-82.

    Pelatih Eibar, Jose Luis Mendilibar, menyatakan bahwa mereka layak mendapatkan penalti. Menurut dia, Ramos pun menyatakan kepada para pemain lainnya bahwa Eibar seharusnya mendapatkan penalti.

    "Bola mengenai tangannya dan itu terlihat seperti penalti bagi saya," kata Mendilibar pasca pertandingan. "Ramos juga mengatakan bahwa itu penalti karena itu yang dia katakan kepada para pemain lainnya."

    Mendilibar pun mengkritik Montero yang tak melihat tayangan ulang kejadian itu. Dia pun heran dengan wasit yang menjadi petugas VAR karena tak menyarankan agar Montero melihat tayangan ulang.

    "Saya ingin anda mengatakan apa yang anda pikirkan. Pada kesempatan lain, wasit melihat tayangan selama dua atau tiga menit. Hari ini mereka membuat keputusan hanya dalam 20 detik dan bahkan tak melihatnya sama sekali."

    "Saya tak tahu apa yang dikatakan petugas VAR kepada wasit. Apakah sejelas itu bahwa itu bukan merupakan penalti, dari sudut mana dia melihatnya?"

    Berdasarkan tayangan ulang, Sergio Ramos memang terlihat jelas menyentuh bola dengan sikut tangan kanannya saat mencoba menghalau sundulan pemain Eibar Yoshinori Muto.

    Mantan wasit Liga Spanyol, Juan Andujar Oliver, pun menilai Eibar layak mendapatkan penalti.

    "Bek tengah Real Madrid menggerakkan tubuhnya dengan siku di depan sundulan Muto, memberikan ruang antara bola dan gawang," kata Juan Andujar Oliver kepada Radio MARCA. "Penalti seharusnya diberikan kepada Eibar."

    Jika penalti itu diberikan, hasil akhir laga Eibar vs Real Madrid kemungkinan besar akan berbeda. Pasalnya saat itu, Eibar baru tertinggal 1-2. Lucas Vazquez menutup laga tersebut dengan kemenangan 3-1 bagi Real Madrid pada masa tambahan waktu babak kedua.

    Hasil itu membuat Real Madrid masih menempati posisi kedua klasemen Liga Spanyol dengan perolehan 29 angka. Mereka menempet ketat Atletico Madrid yang berada di puncak dengan perolehan angka saja, hanya saja Atletico Madrid memiliki dua pertandingan lebih sedikit ketimbang Real Madrid.

    Sementara bagi Eibar kekalahan itu membuat mereka harus turun ke peringkat ke-15 klasemen Liga Spanyol. Mereka baru mengumpulkan 15 angka dari 14 laga. 

    MARCA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.