Bos Barcelona Komentari Kontroversi Handball Sergio Ramos

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gestur pemain Real Madrid, Sergio Ramos dalam laga lanjutan Liga Spanyol melawan Real Betis di Stadion Benito Villamarin, Sevilla, 26 September 2020. Juara bertahan Liga Spanyol Real Madrid meraih kemenangan perdana mereka musim ini setelah menundukkan tuan rumah Real Betis 3-2.  REUTERS

    Gestur pemain Real Madrid, Sergio Ramos dalam laga lanjutan Liga Spanyol melawan Real Betis di Stadion Benito Villamarin, Sevilla, 26 September 2020. Juara bertahan Liga Spanyol Real Madrid meraih kemenangan perdana mereka musim ini setelah menundukkan tuan rumah Real Betis 3-2. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih Barcelona, Ronald Koeman, ikut mengomentari soal kontroversi handball Sergio Ramos pada laga Eibar vs Real Madrid Senin dini hari kemarin. Menurut dia Eibar pantas mendapatkan hadiah penalti pada laga itu.

    Koeman menyatakan bahwa dirinya tak paham dengan aturan penggunaan Video Assistant Referee (VAR) saat ini. Dia pernah mengeluhkan hal serupa saat Barcelona menghadapi Real Madrid Oktober lalu.

    Dia pun sangat yakin bahwa nyaris semua orang akan setuju jika Eibar layak mendapatkan penalti. Meskipun demikian dia enggan mengomentari keputusan wasit yang dinilai merugikan Eibar.

    "Saya tak mengerti kriteria VAR. Saya pernah mengatakannya setelah alga kontra Madrid. Ada hal-hal yang tak bisa dimengerti," kata Koeman dalam konferensi pers menjelang laga Real Valladolid vs Barcelona.

    "Jika anda bertanya apakah kejadian kemarin layak diberikan penalti kepada 10 orang, sembilan orang akan mengatakan ya. Tetapi wasit memutuskan lain. Kita sudah tahu..."

    Laga Eibar vs Real Madrid yang berakhir dengan skor 1-3 Senin kemarin diwarnai kontroversi handball Sergio Ramos pada menit ke-82. Saat itu Real Madrid hanya unggul 1-2.

    Sergio Ramos melakukan handball di dalam kotak penalti Real Madrid saat menghalau sundulan pemain Eibar, Yoshinori Muto. Meskipun para pemain Eibar melakukan protes, wasit Jose Luis Munuera Montero, tak menghukum Real Madrid dengan penalti.

    Yang membuat para pemain dan Pelatih Eibar semakin kesal adalah karena Montero bahkan memutuskan tak melihat tayangan ulang kejadian itu.

    Pelatih Eibar, Jose Luis Mendilibar, menilai hasil pertandingan bisa saja akan berbeda jika saja mereka mendapatkan hadiah penalti. Mantan wasit Liga Spanyol, Juan Andujar Oliver, pun menilai Eibar layak mendapatkan penalti.

    Kemenangan itu membantu Real Madrid untuk terus menempel ketat Atletico Madrid di puncak klasemen Liga Spanyol. Kedua tim sama-sama mengantongi 29 angka, hanya saja Atletico Madrid baru menjalani 12 laga sementara Real Madrid sudah bermain 14 kali.

    Barcelona sendiri saat ini masih tertahan di posisi kelima klasemen Liga Spanyol. Skuad asuhan Ronald Koeman tertinggal delapan poin dan baru menjalani 13 laga.

    Barcelona berpeluang mempertipis ketertinggalan dari dua rivalnya itu pada Rabu dini hari nanti. Mereka akan menyambangi markas Real Valladolid yang saat ini menempati posisi ke-18 klasemen Liga Spanyol.

    MARCA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Fakta Kasus Suap Pajak, KPK Bidik Pejabat Dirjen Pajak dan Konsultan

    KPK menetapkan pejabat Direktorat Jenderal atau Dirjen Pajak Kementerian Keuangan sebagai tersangka dalam kasus suap pajak. Konsultan juga dibidik.