Mauricio Pochettino Disebut Calon Kuat Pengganti Thomas Tuchel untuk Latih PSG

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tottenham Hotspur mendepak Mauricio Pochettino, setelah membawa Tottenham mencapai final Liga Champions Eropa untuk pertama kali dalam sejarah. Action Images via Reuters/Andrew Boyers/File Photo

    Tottenham Hotspur mendepak Mauricio Pochettino, setelah membawa Tottenham mencapai final Liga Champions Eropa untuk pertama kali dalam sejarah. Action Images via Reuters/Andrew Boyers/File Photo

    TEMPO.CO, JakartaThomas Tuchel dipecat dari jabatannya sebagai pelatih Paris Saint-Germain (PSG) pada Kamis kemarin, empat bulan setelah membawa mereka ke final Liga Champions. Mauricio Pochettino disebut sebagai calon kuat untuk menggantikannya.

    Mantan pelatih Tottenham Hotspur itu dikabarkan telah menjalin komunikasi dengan tim raksasa Ligue 1 dalam beberapa hari terakhir. Menurut Sky German dan Sky Italia, pembahasannya kini berada pada tahap lanjutan untuk mencapai kesepakatan secara total antara para pihak.

    Mauricio Pochettino, yang dipecat dari Spurs pada November 2019, disebut bakal mengalahkan Thiago Motta yang dilaporkan telah melakukan kontak dengan PSG dalam beberapa hari terakhir untuk posisi pelatih tim tersebut.

    Pelatih asal Argentina yang pernah bermain untuk PSG 2001-2003 itu pernah mengungkapkan keinginannya melatih bekas klubnya kepada RMC Sport pada 2016.

    "Suatu hari nanti melatih di PSG, itu akan membuat saya bahagia. Itu adalah impian saya. Itu adalah klub yang sering saya ikuti. Saya menonton pertandingan mereka, terutama di Liga Champions. Kembali ke PSG suatu hari nanti, mengapa tidak," ujarnya kala itu.

    Baca juga: Mauricio Pochettino Masuk Bursa Calon Pelatih Baru Borussia Dortmund

    Kepada Sky Sports pada November lalu, Pochettino mengungkapkan dirinya terbuka untuk melatih klub mana pun saat ditanya tentang kariernya ke depan. "Saya tidak tahu. Saya tidak akan menutup pintu pa pun. Saya belajar ketika saya masih sangat muda, Jorge Griffa (mantan pelatih Pochettino) mengatakan 'Mauricio, sepak bola akan mendikte jalanmu'."

    "Dan saya menunggu untuk melakukan proyek apa yang tepat bagi kami, itu cara yang tepat untuk diambil," dia melanjutkan.

    "Energi saya penuh, saya ingin terlibat dalam permainan, tetapi pada saat yang sama saya perlu memahami bahwa saat ini adalah waktu yang baik untuk Anda menunggu."

    "Anda perlu menunggu proyek yang tepat dan yang pasti akan membawa apa yang diinginkan sepak bola dan kami harus terbuka untuk menerima atau tidak."

    Tuchel didepak dari jabatannya setelah membawa PSG ke final Liga Champions empat bulan yang lalu. Ketika itu mereka gagal menyabet gelar juara setelah kalah dari Bayern Munich di Lisbon.

    Baca juga: Akhiri Tahun di Posisi 3 Klasemen Liga Prancis, PSG Depak Pelatih Thomas Tuchel

    Pelatih Jerman itu sebelumnya menggantikan Unai Emery dengan kontrak dua tahun pada Juni 2018. Ia kemudian meneken perpanjangan kontrak pada Mei lalu yang akan membuatnya bertahan di Paris hingga akhir musim ini.

    Namun, pada Oktober lalu, ada keributan publik atas perekrutan pemain oleh direktur olahraga klub Leonardo.

    Ketika itu, Tuchel mengatakan: "Kami kehilangan terlalu banyak pemain dengan transfer bebas. Itu terlalu banyak. Kami tidak bisa meminta skuad ini sama seperti yang kami lakukan musim lalu."

    Setelah Tuchel menyampaikan itu, keesokan hari Leonardo tidak setuju dengan pernyataan sang pelatih. "Anda harus menghormati orang-orang di atas Anda."

    "Saya tidak suka komentarnya, klub juga tidak menyukainya," katanya.

    "Kita harus memahami saat-saat yang kami alami. Jika seseorang tidak senang, itu mudah berbicara. Namun, jika Anda memutuskan untuk tinggal, Anda harus menghormati orang-orang di atas Anda."

    Pada pertandingan terakhir, PSG mengalahkan Strasbourg 4-0 di Ligue 1 pada Rabu malam. Jadwal pertandingan selanjutnya, mereka akan menghadapi Saint-Etienne pada 6 Januari mendatang.

    SKY SPORTS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.