Manchester United Kedatangan Amad Diallo, Ini Profil Singkatnya

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Amad Diallo. Instagram/@amaddiallo79

    Amad Diallo. Instagram/@amaddiallo79

    TEMPO.CO, JakartaManchester United dipastikan akan segera mendapatkan suntikan tenaga baru seorang pemain sayap muda asal Pantai Gading, Amad Diallo. Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, menyambutnya dengan girang.

    Dalam konferensi pers Jumat pekan lalu, Solskjaer menyatakan tak sabar untuk menyambut Amad Diallo. Mereka disebut telah mempersiapkan semua dokumen yang diperlukan si pemain.

    Solskjaer juga tampak sangat gembira karena si pemain disebut telah beberapa kali menunjukkan kualitas yang menjanjikan. Meskipun menyadari Diallo membutuhkan waktu untuk beradaptasi, si manajer tampak yakin pemain barunya itu akan tampil sesuai harapan.

    "Kami telah mempersiapkan semua izinnya, saya tak melihat ada hambatan. Dia akan datang," kata Solskjaer pekan lalu.

    "Saya berharap dia akan segera bersama kami. Saya sangat tak sabar bisa membawa dia ke sini. Saya kira dia telah beberapa kali memperlihatkan kualitas yang dia miliki."

    "Tentu saja dia masih harus bejalar bermain di Inggris, ini adalah level sepak bola yang berbeda. Kami akan memberikan dia waktu untuk berkembang dan mengekspresikan dirinya sendiri."

    Di hari penutupan bursa transfer musim panas Oktober lalu, Manchester United mengumumkan empat pembelian pemain baru, salah satunya adalah Amad Diallo yang mereka boyong dari Atalanta.

    Media-media Inggris sempat heboh saat itu karena mahar yang mereka keluarkan untuk Diallo cukup besar, 19 juta pound sterling dan bisa mencapai 37 juta pound sterling tergantung performa si pemain.

    Nilai itu sangat besar mengingat Manchester United juga mendatangkan pemain sayap muda lainnya, Facundo Pellistri, dari klub Uruguay, Penarol FC. Pellistri didapatkan dengan harga hanya 8 juta pound sterling.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.