Dibungkam Manchester City, Chelsea Dianggap Terlalu Lembek

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gelandang Manchester City Phil Foden, melakukan selebrasi bersama rekannya Kevin De Bruyne setelah mencetak gol ke gawang Chelsea dalam pertandingan Liga Inggris di Stamford Bridge, London, 4 Januari 2021. Manchester City bantai Chelsea 3-1. Pool via REUTERS/Andy Rain

    Gelandang Manchester City Phil Foden, melakukan selebrasi bersama rekannya Kevin De Bruyne setelah mencetak gol ke gawang Chelsea dalam pertandingan Liga Inggris di Stamford Bridge, London, 4 Januari 2021. Manchester City bantai Chelsea 3-1. Pool via REUTERS/Andy Rain

    TEMPO.CO, Jakarta - Kritikan pedas mengarah kepada Chelsea setelah mereka menelan kekalahan 1-3 dari Manchester City. Para pemain Chelsea dianggap bermain terlalu lembek melawan tim kuat seperti Manchester City.

    Mantan kapten Manchester United, Roy Keane, mengaku terkejut dengan pertahanan Chelsea yang terlihat sangat mudah ditembus pada laga itu. Dia menyoroti peran para pemain lini serang yang tampak tak membantu saat timnya mendapat serangan.

    "Pertahanan yang mengejutkan, tidak ada agresivitas sama sekali. Pertahanan yang buruk. Para pemain menyerang perlu menunjukkan diri," kata Roy Keane dalam komentarnya untuk Sky Sports.

    "Para pemain (depan) tidak berlari ke belakang, saya tak mengerti itu. Frank harus mengkhawatirkan hal ini. Mereka tampak kekurangan tenaga, tak ada jegalan. Itu sesuatu yang sangat mengganggu saya."

    Pada laga itu, lini pertahanan Chelsea memang terlihat sangat mudah diterobos oleh para pemain Manchester City. Anak asuh Pep Guardiola bahkan mampu mencetak gol hanya dalam rentang waktu 16 menit saja.

    Gol pertama Manchester City diciptakan oleh Ilkay Gundogan pada menit ke-18. Gelandang Phil Foden menggandakan keunggulan timnya tiga menit berselang dan Kevin De Bruyne melengkapi kesengsaraan Chelsea pada menit ke-34.

    Chelsea baru dapat mencetak satu gol pada masa tambahan waktu babak kedua. Kolaborasi dua pemain pengganti, Kai Havertz dan Challum Hudson-Odoi berhasil menjebol gawang Manchester City pada menit ke-92.

    Selain perannya dalam membantu pertahanan, para pemain anyar Chelsea dinilai juga tak banyak mengancam Manchester City. Mantan pemain serta Manajer Liverpool Graeme Souness menyatakan bahwa Timo Werner cs gagal menjalani tes pada laga besar seperti melawan Manchester City.

    "Itu adalah ujian bagi para pemain baru dan tak satu pun dari mereka lolos dari ujian itu," ujarnya.

    "Anda mengeluarkan uang besar untuk membeli pemain yang bisa membuat perbedaan dalam laga besar, untuk memberikan kerusakan kepada lawan anda. Para pemain Chelsea sama sekali tidak mendekati hal itu."

    Chelsea memang menghaburkan dana sangat besar pada bursa transfer musim panas lalu. Mereka disebut menghabiskan dana tak kurang dari 200 juta pound sterling untuk memboyong pemain baru seperti Kai Havertz, Timo Werner, Ben Chillwell serta penjaga gawang Edouard Mendy.

    Meskipun demikian, mereka tampak masih kesulitan untuk bersaing dengan tim-tim papan atas Liga Inggris saat ini seperti Liverpool, Manchester United, Manchester City, Arsenal dan Tottenham Hotspur. Dari lima laga melawan tim-tim besar itu, Chelsea tercatat menelan tiga kekalahan dan hanya imbang melawan Tottenham Hotspur dan Manchester United.

    SKY SPORTS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapolri Keluarkan 11 Langkah dalam Pedoman Penerapan UU ITE

    Kepala Kepolisian RI Jenderal atau Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan pertimbangan atas perkembangan situasi nasional terkait penerapan UU ITE.