Paul Ince Sebut Bruno Fernandes Bisa Jadi Eric Cantona Baru Manchester United

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gelandang Manchester United Bruno Fernandes melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Leicester City dalam pertandingan Liga Inggris di stadion King Power, Leicester, 26 Desember 2020. Pool via REUTERS/Carl Recine

    Gelandang Manchester United Bruno Fernandes melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Leicester City dalam pertandingan Liga Inggris di stadion King Power, Leicester, 26 Desember 2020. Pool via REUTERS/Carl Recine

    TEMPO.CO, Jakarta - Paul Ince menemukan ada banyak sifat gelandang Manchester United Bruno Fernandes yang sama dengan Eric Cantona. Mantan pemain yang pernah menjadi bagian dari Man United saat meraih gelar Liga Inggris setelah 26 tahun itu menyaksikan bagaimana Cantona telah mengubah tim sehingga meraih gelar juara.

    "Ketika saya melihat Cantona, kami telah memenangkan Piala Winners melawan Barcelona dan Piala FA, jadi kami tidak terlalu jauh, hanya liga yang tidak kami miliki saat itu," kata Paul Ince kepada Monday Night Football.

    "Saya telah melihat Eric bermain di Charity Shield di Wembley ketika dia mencetak hat-trick (untuk Leeds melawan Liverpool) dan berpikir bahwa dia terlihat sebagai pemain yang layak, mari kita lihat seperti apa dia ketika datang ke Old Trafford."

    "Saya masuk selama 1989/90 dan Bryan Robson adalah idola saya, Mark Hughes, semua nama besar. Saya sama takutnya dengan apa pun dan hanya duduk di sudut dan tidak mengucapkan sepatah kata pun."

    Bintang Manchester United pada era 1992-1997, Eric Cantona menjadi playmaker terbaik di Liga Inggris. Cantona berhasil mencetak 70 gol ditambah 56 assist di 156 pertandingannya bersama Manchester United di Liga Inggris. eurosport.com

    "Saya pikir akan menarik melihat bagaimana Eric saat dia masuk ke klub."

    "Dia masuk, 6 kaki 3 inci, sosok seorang pria, dengan kehadiran pemain besar di sekelilingnya. Dia hanya duduk di sana dan menjadi bagian di Old Trafford."

    "Dia datang dan menyatukan kami semua. Dia adalah bagian yang hilang dalam teka-teki. Gol yang dia ciptakan membuat semua orang ingin meningkatkan permainan mereka."

    "Menurutku itulah yang telah dilakukan Fernandes."

    Cantona mencetak sembilan gol Liga Premier di musim pertamanya sebagai pemain Manchester United dan jumlanya sangat mirip dengan yang dikemas Bruno Fernandes di dua musim pertamanya. Apa yang dia lakukan adalah mencetak gol besar.

    "Eric benar-benar bisa melakukan segalanya. Itu momen-momen di mana Anda harus memenangkan pertandingan. Orang-orang mengejar kami dan ami tidak banyak memenangi gelar."

    "Gol yang sangat dibutuhkan. Anda tahu, saat-saat ketika Anda mulai khawatir, mulai panik, dan permainan tidak berjalan sesuai keinginan Anda, dan Anda tidak tahu dari mana gol berasal. Saat itulah dia akan muncul dan mencetak gol penting."

    "Saya pikir itu mungkin sama dengan Fernandes. Dia mencetak gol penting."

    Paul Ince dan Ryan Giggs. (instagram/@paulinceofficial)

    Gol dan assist Fernandes membuat pengaruhnya terlihat jelas. Namun, Ince juga tertarik pada kemampuan pemain asal Portugal itu mengeluarkan performa terbaik dari orang lain, menunjukkan kepemimpinan yang nyata sejak kedatangannya dari Sporting.

    "Saya pikir dia sangat impresif ketika dia pertama kali datang. Dia benar-benar hebat. Tahun ini, menurut saya, dia tidak begitu impresif, tetapi dia masih menjadi aktor utama dalam tim. Dia masih menjadi jimat."

    Lebih jauh, Ince mengatakan, terkadang mungkin tidak melihatnya selama 25 menit. "Tapi, dia selalu memiliki kemampuan teknis untuk melakukan sesuatu yang ajaib pada waktu yang tepat. Apakah itu penalti, bola yang luar biasa, tendangan bebas, dia selalu mendapatkannya. Jadi Anda tidak akan pernah bisa mengesampingkannya dari permainan apa pun."

    "Para pemain mencintainya dan dia punya karakter. Kami berbicara tentang karakter sepanjang waktu dan bagaimana kami kehilangan sifat itu dalam sepak bola. Tapi, ada saat, ketika sata melihatnya mencoba melawan (Victor) Lindelof. Dia menuntut pemain."

    "Untuk seseorang yang datang dari negara asing, Portugal, ke klub seperti Manchester United, yang menuntut para pemainnya, dia dalah pemenang dan itu menular."

    Meski begitu, masih harus dilihat lagi apakah Fernandes dapat membuat perbedaan di momen besar ketika pertaruhan gelar seperti yang dilakukan Cantona untuk United.

    Eric datang ke tim di mana kami berada di bawah tekanan untuk memenangkan gelar. Manchester United tahun ini tidak berada di bawah tekanan untuk memenangkan gelar karena kami tidak berharap mereka berada di atas sana menantang tim seperti Liverpool dan Manchester City.

    "Sekarang, tekanannya terus berlanjut, karena kami pikir mereka mungkin memenangkan gelar. Itu adalah tanda dari pemain hebay, apa yang mereka lakukan ketika itu benar-benar penting? Saya tidak mengatakan bahwa tidak akan menjadi masalah dengan Fernandes. Dia puya kualitas untuk melakukannya," tutur Ince.

    Baca juga: Hasil dan Klasemen Liga Inggris Pekan Ke-17: Southampton vs Liverpool 1-0

    Kekalahan Liverpool di markas Southampton 1-0 pada Senin malam atau Selasa dinihari WIB, membuat peluang Manchester United untuk menggeser posisinya dari puncak klasemen terbuka. Saat ini, kedua tim mempunyai poin yang sama.

    SKY SPORTS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.