Lionel Messi, Pedri dan Kembalinya Tiki Taka Barcelona

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Barcelona Lionel Messi. REUTERS/Juan Medina

    Pemain Barcelona Lionel Messi. REUTERS/Juan Medina

    TEMPO.CO, Jakarta - Duet Lionel Messi dan Pedri kembali menjadi perbincangan setelah tampil apik pada laga Athletic Bilbao vs Barcelona di Liga Spanyol dinihari tadi. Keduanya dianggap mengembalikan ruh permainan tiki taka yang telah hilang dari Barcelona dalam beberapa tahun terakhir.

    Media Spanyol Sport menyebutkan keduanya sebagai pesepakbola jenius lintas generasi. Keduanya terpaut usia 16 tahun dengan Messi sudah berumur 34 tahun sementara Pedri 18 tahun.

    Faktor usia dianggap tak menjadi masalah bagi keduanya. Mereka dinilai mampu bermain bersama dengan apik seakan-akan telah bermain bersama cukup lama. Padahal Pedri baru bergabung dengan Barcelona pada awal musim ini.

    Sport juga menilai bahwa koneksi antara Messi dan Pedri menimbulkan secercah harapan kembalinya sepak bola tiki taka yang menjadi identitas Barcelona. Permainan indah dengan umpan-umpan pendek cepat dan akurat itu dinilai telah hilang dalam beberapa tahun terakhir.

    "Mereka sangat mengerti satu sama lain seakan telah bermain sepanjang usia mereka. Itu adalah koneksi magis, mewakili esensi sepak bola Barcelona yang telah hilang," tulis Sport.

    "Gaya permainan yang telah membawa sukses kepada klub itu tetapi sayangnya telah menghilang hingga Messi dan Pedri menunjukkannya lagi."

    Media Spanyol Marca juga menilai Lionel Messi telah menemukan kembali partner sehatinya dalam bermain. Tak hanya pada laga kontra Athletic Bilbao, Pedri telah menunjukkan bahwa dirinya bisa menjadi pasangan bagi Messi dalam beberapa laga sebelumnya.

    Mereka pun menilai Pedri bisa menjadi salah satu faktor penting bagi keputusan Lionel Messi di akhir musim nanti. Kontrak Messi di Barcelona akan habis dan si pemain menyatakan baru akan menentukan nasibnya pada akhir musim ini.

    "Anda merasa Messi suka bermain dengan rekan setimnya yang masih remaja. Setelah melakukan hal serupa di kandang Real Valladolid, Pedri memberikan umpan tumit yang sangat bagus untuk pemain Argentina itu untuk menyamakan kedudukan," tulis Marca.

    "Permainan kombinasi antara pemain Barcelona No. 10 dan No. 16 itu menimbulkan pertanyaan - apakah Messi benar-benar ingin kehilangan kesempatan bermain dengan Pedri pada akhir musim ini?"

    Pelatih Athletic Bilbao, Marcelino, pun menyatakan bahwa Lionel Messi telah menunjukkan performa terbaiknya dengan bantuan Pedri. Dalam kondisi seperti itu, menurut dia, Messi akan sangat sulit dihentikan.

    "Dia (Messi) tampak sudah bermain seperti musim sebelumnya. Dalam beberapa kesempatan kami bisa sedikit menghentikan dia, tetapi dia adalah pemain paling menentukan dalam pertandingan," kata dia.

    Pelatih Barcelona, Ronald Koeman, pun menyatakan sangat puas dengan performa dua pemainnya itu. Dia memberikan pujian spesial kepada Pedri yang menurutnya menunjukkan kematangan melebihi pemain lain seusianya.

    "Pedri menunjukkan kematangan meskipun usianya sanga muda. Dia sangat matang dalam hal kualitas dan juga yang terpenting adalah cara berpikirnya," kata Koeman.

    Koneksi antara Lionel Messi dan Pedri itu tentu merupakan sinyal yang sangat positif mengingat Barcelona saat ini tengah melakukan upaya peremajaan tim. Koeman hanya harus menemukan kepingan lainnya untuk mengembalikan permainan tiki taka untuk membawa Barcelona menguasai Liga Spanyol dan Liga Champions.

    SPORT| MARCA| AS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.