Prediksi AS Roma vs Inter Milan, Romelu Lukaku Bakal Jadi Starter

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyerang Inter Milan Romelu Lukaku, melakukan selebrasi bersama rekannya Lautaro Martinez, setelah mencetak gol ke gawang Shakhtar Donetsk dalam pertandingan semifinal Liga Eropa di Merkur Spiel-Arena, Dusseldorf, Jerman, 18 Agustus 2020. Lars Baron/Pool via REUTERS

    Penyerang Inter Milan Romelu Lukaku, melakukan selebrasi bersama rekannya Lautaro Martinez, setelah mencetak gol ke gawang Shakhtar Donetsk dalam pertandingan semifinal Liga Eropa di Merkur Spiel-Arena, Dusseldorf, Jerman, 18 Agustus 2020. Lars Baron/Pool via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - AS Roma vs Inter Milan dalam lanjutan Serie A Liga Italia akan berlangsung di Stadio Olimpico, Ahad ini. Kedua tim ini berada di urutan kedua dan ketiga klasemen dengan hanya terpaut tiga poin untuk keunggulan Nerazzuri.

    Pasukan Antonio Conte sebenarnya berpeluang menggeser posisi AC Milan dari puncak klasemen pada pekan lalu, ketika Rossoneri dikalahkan Juventus 3-1. Namun, Inter gagal mengambil kesempatan itu karena kalah 2-1 di markas Sampdoria.

    Baca juga: Jadwal Liga Italia Ahad Malam: Roma vs Inter, Juve vs Sassuolo Live di RCTI

    Kini, Inter Milan harus memenangkan pertandingan di Olimpico untuk tetap bisa menempel Milan yang baru saja memperlebar jarak menjadi empat poin setelah menang 2-0 di kandang lawan Torino pekan ini. Namun, tentunya bukan perkara mudah menang di kandang Roma.

    Berdasarkan fakta statistik, Inter hanya sekali menang dalam 11 pertandingan terakhir tandang di Roma, yaitu pada Agustus 2017. Dalam lima pertemuan terakhir di Serie A, hasilnya selalu imbang.

    Dalam laga ini, penyerang andalan Inter, Romelu Lukaku bakal kembali beraksi setelah absen hampir sebulan karena cedera lutut. Pemain internasional Belgia ini diperkirakan turun sebagai starter saat melawan Roma.

    Conte bisa kembali mengandalkan penyerang andalannya itu setelah Alexis Sanchez gagal tampil mengesankan saat melawan Sampdoria. Lukaku diperkirakan bakal kembali berduer dengan Lautaro Martinez di lini depan dengan formasi 3-5-2 yang biasa dimainkan pelatih Italia itu.

    Baca juga: Top Skor Liga Italia Pekan Ke-17: Ahad Malam Ini Ronaldo dan Lukaku Berpacu

    Bek Danilo D'Ambrosio tidak bisa bermain dalam laga ini karena mengalami cedera ligamen di lutut kirinya. Dia diperkirakan bakal absen dalam waktu yang lama. Selain itu, Matias Vecino dan penyerang muda Andrea Pinamonti, juga masih cedera.

    Untuk lini tengah, Conte kemungkinan besar kembali memainkan tiga pemain andalannya, yaitu Arturo Vidal, Brozovic, dan Nicolo Barella. Stefano Sensi dan Roberto Gagliardini kemungkinan disiapkan sebagai pengganti.

    Di kubu Roma, pelatih Paulo Foncesca dapat mengandalkan Edin Dzeko dan pemain spesialis tendangan penalti, Jordan Veretout. Kedua pemain itu telah mengemas tujuh gol hingga saat ini.

    Leonardo Spinazzola masih diragukan bisa bermain di sayap kiri. Fonseca berharap bisa memainkannya. Namun, apabila masih absen, Bruno Peres kemungkinan bakal diplot sebagai penggantinya.

    Selain Pedro yang sudah dipastikan absen, bek Federico Fazio, penjaga gawang Antonio Mirante, dan Javier Pastore dan Nicolo Zaniolo yang absen panjang, tidak akan tersedia dalam laga ini. Sedangkan, bek sayap Davide Santon telah kembali berlatih dan bisa masuk dalam daftar pemain cadangan.

    Perkiraan susunan pemain kedua tim:

    Roma: Pau Lopez (GK); Gianluca Mancini, Chris Smalling, Roger Ibanez; Rick Karsdorp, Gonzalo Villar, Jordan Veretout, Leonardo Spinazzola; Lorenzo Pellegrini, Henrikh Mkhitaryan; Edin Dzeko

    Inter Milan: Samir Handanovic (GK); Milan Skriniar, Stefan de Vrij, Alessandro Bastoni; Achraf Hakimi, Nicolo Barella, Arturo Vidal, Marcelo Brozovic, Ashley Young; Romelu Lukaku, Lautaro Martinez

    FOOTBALL ITALIA | SPORTS MOLE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.