Samuel Eto'o: Ansu Fati Sosok Tepat Jadi Penerus Messi di Barcelona

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Barcelona, Lionel Messi dan Ansu Fati. Reuters

    Pemain Barcelona, Lionel Messi dan Ansu Fati. Reuters

    TEMPO.CO, JakartaMantan penyerang Barcelona, Samuel Eto'o, menilai Ansu Fati adalah "pemain yang dapat menjadi penerus Lionel Messi" di klub Katalunya tersebut.

    Barcelona sudah harus memikirikan masa depan mereka tanpa Messi saat kontrak juara Ballon d'Or enam kali tersebut akan habis pada akhir musim ini.

    Blaugrana hampir kehilangan megabintang asal Argentina itu pada bursa transfer musim panas 2020 setelah ia menyatakan niatnya untuk hengkang dari Camp Nou demi mencari tantangan baru.

    Namun, Lionel Messi akhirnya mengurungkan niatnya dan mengungkapkan bahwa ia akan menghormati kontraknya bersama Barcelona.

    Hingga saat ini, baik pemain dan klub belum membuat kesepakatan untuk memperpanjang kontraknya. Hal tersebut membuat Messi bebas untuk berbicara dengan klub-klub lain di bursa transfer Januari.

    Barca sendiri belum menyerah untuk terus memperpanjang kontrak pemain terbaik mereka tersebut.

    Messi dikaitkan dengan Manchester City dan Paris Saint-Germain sebagai tujuan selanjutnya. Bila ia memutuskan untuk angkat kaki di akhir musim, maka Barcelona memiliki tugas berat untuk mencari sosok pengganti pemain berusia 33 tahun itu.

    Mengisi tempat yang ditinggalkan Messi akan menjadi tugas yang hampir mustahil, tetapi Eto'o yakin Ansu Fati bisa menjadi orang yang berhasil menjadi suksesornya.

    “Saya pikir (Fati) adalah orang yang tepat untuk masa depan," ujar mantan penyerang Barcelona dan Inter tersebut kepada SPORTbible pada Selasa.

    “Ia saat ini melakukan hal-hal luar biasa jadi saya pikir klub benar-benar perlu mengembangkan dan mengurusnya dengan sangat baik."

    “Mari berharap dialah yang akan menjadi penerus dari Messi.”

    Samuel Eto'o. REUTERS/Andrew Yates

    Eto'o sendiri menjadi saksi ketika karier Messi mulai meroket sebagai pemain muda, dengan lima tahun yang tak terlupakan di Camp Nou antara 2004 hingga 2009.

    Di puncak kariernya, Eto'o meraih trofi La Liga dan Liga Champions di bawah asuhan pelatih Pep Guardiola, tetapi pemain ikonis Kamerun tersebut kemudian menikmati kesuksesan serupa dengan pelatih Jose Mourinho di Inter Milan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fatwa MUI Nyatakan Vaksin Covid-19 Sinovac Berstatus Halal, Ini Alasannya

    Keputusan halal untuk vaksin Covid-19 itu diambil setelah sejumlah pengamatan di fasilitas Sinovac berikut pengawasan proses pembuatan secara rinci.