Berita AC Milan: Hakan Calhanoglu dan Theo Hernandez Positif Covid-19

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gelandang AC Milan, Hakan Calhanoglu, mengontrol bola saat melawan Inter Milan dalam pertandingan Liga Italia di San Siro, Milan, 22 Oktober 2018. REUTERS/Alberto Lingria

    Gelandang AC Milan, Hakan Calhanoglu, mengontrol bola saat melawan Inter Milan dalam pertandingan Liga Italia di San Siro, Milan, 22 Oktober 2018. REUTERS/Alberto Lingria

    TEMPO.CO, JakartaPemain AC Milan Hakan Calhanoglu dan Theo Hernandez dinyatakan positif terinfeksi Covid-19. Hal itu diungkapkan klub Serie A itu dalam sebuah pengumuman pada Minggu.

    Gelandang asal Turki dan bek Prancis tersebut, yang menjadi pemain kunci dalam membantu Milan unggul tiga poin di puncak klasemen, akan absen dalam pertandingan tandang melawan Cagliari pada Selasa.

    "AC Milan mengumumkan bahwa Hakan Calhanoglu dan Theo Hernandez dinyatakan positif terinfeksi (Covid-19) setelah menjalani tes yang dilakukan kemarin oleh seluruh tim, sementara semuanya memiliki hasil negatif," bunyi pernyataan klub yang dikutip Reuters.

    "Klub segera memberi tahu otoritas kesehatan. Para pemain tanpa gejala tetap diisolasi di rumah."

    "Semua anggota tim lainnya akan terus diawasi dengan ketat sesuai dengan protokol federal."

    Kehilangan kedua pemain tersebut tentu menjadi pukulan sangat berat bagi AC Milan, karena mereka sudah kehilangan beberapa pemain seperti Ante Rebic dan Rade Krunic yang masih memulihkan diri dari Covid-19.

    Selain para pemain yang terjangkit Covid-19, Il Diavolo Rosso juga kemungkinan besar masih tidak bisa menurunkan Ismael Bennacer dan Matteo Gabbia saat menghadapi Cagliari, karena cedera.

    Baca Juga: Hasil Liga Italia: Napoli Cukur Fiorentina 6-0

    Sementara itu, kondisi pemain AC Milan Alexis Saelemaekers masih diragukan karena ia belum selesai menjalani pemulihan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.