Trio Salah, Mane, Firmino Melempem, Liverpool Dinilai Kelelahan

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyerang Liverpool Roberto Firmino, melakukan tendangan ke gawang Manchester United dalam pertandingan Liga Inggris di Anfield, Liverpool, 17 November 2021. Pool via REUTERS/Michael Regan

    Penyerang Liverpool Roberto Firmino, melakukan tendangan ke gawang Manchester United dalam pertandingan Liga Inggris di Anfield, Liverpool, 17 November 2021. Pool via REUTERS/Michael Regan

    TEMPO.CO, JakartaLiverpool kembali gagal mencetak gol setelah bermain imbang 0-0 dengan Manchester United di Stadion Anfield pada Senin dinihari tadi. Catatan tiga laga nir gol merupakan yang terburuk dalam lebih dari 15 tahun terakhir.

    Jurnalis Daily Mail, Ian Ladyman, menyebutkan bahwa trio Mohamed Salah, Sadio Mane dan Roberto Firmino gagal menunjukkan performa terbaiknya musim ini. Salah memang sudah mencetak 13 gol musim ini, namun lima diantaranya berasal dari tendangan penalti.

    Sadio Mane dan Roberto Firmino juga disebut mengalami penurunan produktivitas di depan gawang. Mane hingga saat ini baru mencetak enam gol sementara Firmino baru lima gol.

    Tak hanya itu, ketiganya juga dinilai sangat minim kreatifitas untuk membongkar lini belakang Manchester United. Kecepatan Salah dan Mane yang kerap menjadi momok bagi lini belakang lawan juga tak tampak.

    Menurut Ladyman, merosotnya performa trio Salah, Firmino, Mane tak lepas dari faktor kelelahan. Padatnya jadwal pertandingan musim ini dinilai membuat pola permainan Gengen Pressing yang diterapkan Jurgen Klopp membuat para punggawa The Kop kehabisan bensin lebih cepat.

    Baca: Liverpool Vs MU 0-0, Klopp Susah Jelaskan Mengapa The Reds Sulit Cetak Gol

    Buktinya, Liverpool tetap tercatat sebagai tim dengan produktivitas gol tertinggi di Liga Inggris saat ini. Dalam lima belas laga sebelumnya, mereka berhasil mencetak 37 gol, unggul tiga gol Manchester United yang menjadi tim tersubur kedua. 

    Mereka memang bukan baru musim ini saja memainkan skema seperti itu. Tetapi dengan sedikitnya waktu istirahat pada akhir musim lalu plus jadwal padat musim ini membuat mereka.

    Klopp sebenarnya sudah menyiapkan solusi dengan mendatangkan Diogo Jota pada awal musim ini. Apesnya eks pemain Wolverhampton Wanderers itu justru menderita cedera di saat-saat penting. Selain itu pemain sayap pelapis lainnya, Takumi Minamino dianggap belum sepadan untuk menggantikan peran Salah ataupun Mane.

    Selain itu, badai cedera yang dialami lini belakang Liverpool juga dianggap berpengaruh terhadap merosotnya ketajaman mereka. Dengan tidak adanya Virgil van Dijk, Joe Gomez dan Joel Matip, lini tengah Liverpool yang dikawal oleh Jordan Henderson dinilai tak bisa leluasa membantu lini depan.

    Apalagi Klopp kini memainkan Fabinho sebagai bek tengah. Cederanya Naby Keita dan belum maksimalnya performa Thiago Alcantara membuat masalah The Reds semakin runyam. Lini tengah mereka tampak kurang bertenaga.

    Meskipun demikian, Ladyman menilai Liverpool terbukti lebih baik ketimbang Manchester United pada laga malam tadi. Dengan masalah seperti itu, mereka mampu terus menekan pertahanan Manchester United yang justru disebut tengah dalam kondisi terbaiknya karena tak terkalahkan dalam 11 laga terakhir.

    Kini Jurgen Klopp harus bekerja keras untuk memastikan lini depannya kembali menemukan ketajaman. Pasalnya Liverpool ini mereka sudah tertinggal tiga angka dari Manchester United yang memuncaki klasemen Liga Inggris

    DAILY MAIL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.