Chelsea vs Wolves, Menanti Perubahan The Blues Dibawah Thomas Tuchel

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gelandang Chelsea Christian Pulisic, berusaha melewati pemain Aston Villa Ezri Konsa dalam pertandingan Liga Inggris di Stamford Bridge, London, 29 Desember 2020. Pool via REUTERS/Catherine Ivill

    Gelandang Chelsea Christian Pulisic, berusaha melewati pemain Aston Villa Ezri Konsa dalam pertandingan Liga Inggris di Stamford Bridge, London, 29 Desember 2020. Pool via REUTERS/Catherine Ivill

    TEMPO.CO, Jakarta - Laga Liga Inggris antara Chelsea vs Wolves pada Kamis dinihari nanti akan menjadi debut bagi Pelatih Thomas Tuchel. Eks nahkoda Borussia Dortmund dan PSG itu diprediksi akan membuat perubahan drastis di tubuh The Blues.

    Tuchel diyakini memiliki pengetahuan taktik yang lebih kuat ketimbang Frank Lampard, Manajer Chelsea yang digantikannya. Dia bisa bermain aman dengan bertahan atau pun menyerang dengan gaya Gegen press ala Jurgen Klopp atau Tiki Taka ala Pep Guardiola.

    Di awal karirnya sebagai pelatih, Tuchel menangani Mainz 05 yang baru promosi ke divisi utama Liga Jerman, Bundesliga. Dengan skuad ala kadarnya, Tuchel sempat mengejutkan dengan formasi 5-4-1 yang dia terapkan.

    Dia sempat membuat Bayern Munchen yang diasuh Guardiola frustasi pada pertemuan pertama kedua tim. Mainz 05 sempat unggul 0-1 pada babak pertama laga itu meskipun kualitas pemain kemudian membuat Bayern Munchen memenangkan laga dengan skor 4-1.

    Meskipun paham permainan bertahan seperti itu, Tuchel disebut memiliki DNA permainan menyerang. Dia sempat memuji permainan Barcelona di bawah asuhan Guardiola yang menurut dia luar biasa.

    Baca: Chelsea Vs Wolves, Tugas Berat Pertama Thomas Tuchel

    Hal itu juga dibuktikannya di lapangan bersama Borussia Dortmund dan PSG. Suksesnya membawa PSG ke final Liga Champions juga disebut sebagai bukti kejeniusan Tuchel sebagai pelatih.

    Pakar sepak bola Prancis, Jonathan Johnson, menyebut Thomas Tuchel sebagai pelatih yang senang bereksperimen.

    "Sejak awal, sangat jelas dia adalah pelatih yang sangat taktis, seseorang yang suka banyak bereksperimen dan sering mengubah sistem permainan," kata Johnson kepada Sky Sports.

    "Hal itu dilakukan untuk melihat kemampuan semua pemain yang dimilikinya dan juga menemukan susunan pemain terkuatnya, dan untuk menyesuaikan dengan rencana permainan untuk memenangkan pertandingan."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.