Bentrok Zlatan Ibrahimovic vs Romelu Lukaku, Begini Kata Conte dan Pioli

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain AC Milan, Zlatan Ibrahimovic menyundul pemain Inter Milan, Romelu Lukaku dalam Quarterfinal Coppa Italia di San Siro, Milan, Italia, 26 Januari 2021. REUTERS/Daniele Mascolo

    Pemain AC Milan, Zlatan Ibrahimovic menyundul pemain Inter Milan, Romelu Lukaku dalam Quarterfinal Coppa Italia di San Siro, Milan, Italia, 26 Januari 2021. REUTERS/Daniele Mascolo

    TEMPO.CO, JakartaZlatan Ibrahimovic dan Romelu Lukaku sempat terlibat pertikaian dalam laga Inter Milan vs AC Milan di babak pereempat final Coppa Italia, Rabu dinihari WIB, 27 Januari 2021.

    Dalam pertandingan yang dimenangi Inter Milan 2-1 itu, Ibra dan Lukaku terlibat drama di akhir babak pertama. Kedua pemain awalnya beradu tandukan dan Ibra disebut memprovokasi Lukaku terlebih dahulu.

    Penyerang asal Swedia itu disebut menghina Lukaku dengan menyatakan, "Silakan lakukan voodoo-mu (tradisi keagamaan spiritis-animis yang berakar di masyarakat Afrika Barat), kamu keledai kecil."

    Romelu Lukaku disebut tak terima dengan pernyataan Ibra itu dan membalasnya. "Persetan dengan kamu dan istrimu, kamu ingin bicara soal ibu saya?" kata Lukaku.

    Pemain AC Milan, Zlatan Ibrahimovic terlibat bentrok dengan pemain Inter Milan, Romelu Lukaku dalam Quarterfinal Coppa Italia di San Siro, Milan, Italia, 26 Januari 2021. REUTERS/Daniele Mascolo

    Pertikaian itu lantas membuat kedua pemain mendapatkan kartu kuning.

    Ibra, yang mencetak gol di laga itu, kemudian diusir wasit setelah mendapat kartu kuning lainnya pada menit ke-59 setelah melanggar Aleksandar Kolarov.

    Setelah Ibra diusir, Inter Milan kemudian berbalik unggul lewat penalti Romelu Lukaku dan gol Christian Eriksen.

    Wasit Paolo Valeri memberi kartu merah pada pemain AC Milan, Zlatan Ibrahimovic usai terlibat bentrok dengan pemain Inter Milan, Romelu Lukaku dalam Quarterfinal Coppa Italia di San Siro, Milan, Italia, 26 Januari 2021. REUTERS/Daniele Mascolo

    Pelatih Inter Milan Antonio Conte sempat ditanya soal insiden itu seusai laga. Ia justru mengaku senang melihat reaksi pemainnya.

    "Jika dia (Lukaku) marah sesekali, itu membuat saya bahagia," kata Conte kepada RAI Sport.

    "Saya pernah menjadi pemain. Ini adalah derby, bukan jalan-jalan demi kesehatan. Selama pertandingan, ada emosi tinggi dan dalam beberapa situasi Anda marah. Yang penting adalah semuanya tetap dalam dimensi yang benar."

    "Saya senang melihat Romelu begitu fokus. Dia berselisih dengan seseorang (Ibrahimovic) yang memiliki kejahatan sebagai pemenang dan pejuang, dia tidak ingin kalah. Romelu tumbuh dari sudut pandang ini. Bagi kami itulah penting."

    Pemain AC Milan, Zlatan Ibrahimovic berjalan ke luar lapangan usai diganjar kartu merah saat bertanding melawan Inter Milan dalam Quarterfinal Coppa Italia di San Siro, Milan, Italia, 26 Januari 2021. REUTERS/Daniele Mascolo

    Sementara pelatih AC Milan, Stefano Pioli, menyayangkan insiden berujung kartu kuning itu. "Situasinya berpengaruh, sebab kartu kuning pertama mengarah kepada kartu kuning kedua," kata dia.

    Baca Juga: 6 Hal Menarik Tentang Laga Leipzig vs Liverpool di Liga Champiosn

    "Mereka adalah dua sosok dewasa, mereka mengatakan sesuatu terhadap yang lainnya, saya tidak tahu (apa yang dikatakan). Itu sudah terjadi, kami harus melihat ke depan."

    Stafano Pioli menilai kehilangan Zlatan Ibrahimovic karena kartu merah membuat timnya kehilangan keseimbangan. "Apa yang tidak berjalan dengan baik adalah bermain dengan sepuluh pemain, itu lebih rumit, dan kami naif dengan pelanggaran untuk membuat kami dihukum penalti," kata Pioli.

    REUTERS | OMNI SPORT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapolri Keluarkan 11 Langkah dalam Pedoman Penerapan UU ITE

    Kepala Kepolisian RI Jenderal atau Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan pertimbangan atas perkembangan situasi nasional terkait penerapan UU ITE.