Presiden La Liga Ikut Bicara Soal Lionel Messi dan Barcelona

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Barcelona Lionel Messi. REUTERS/Juan Medina

    Pemain Barcelona Lionel Messi. REUTERS/Juan Medina

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden La Liga, Javier Tebas, ikut bicara soal tudingan bahwa kontrak Lionel Messi merupakan penyebab masalah keuangan yang dialami Barcelona. Menurut dia, tudingan tersebut tak adil.

    Tebas dalam cuitannya di media sosial twitter menyatakan bahwa masalah keuangan Barcelona lebih disebabkan karena efek pandemi Covid-19. Menurut dia, jika tak terjadi krisis ekonomi karena Covid-19, Barcelona justru akan menangguk untung besar dari Lionel Messi.

    "Situasi keuangan Barcelona yang rapuh (seperti klub-klub besar lainnya) bukanlah kesalahan Messi tetapi efek buruk dari COVID,"cuit Tebas.

    "Tanpa pandemi, pendapatan yang dihasilkan oleh pemain terbaik dalam sejarah akan menopang pengeluaran itu. Sensasionalisme yang mengelilingi masalah ini tidak adil."

    Pada Sabtu kemarin El Mundo menyatakan memiliki salinan kontrak Lionel Messi dengan Barcelona. Dalam dokumen setebal 30 halaman itu, Messi disebut mendapatkan nilai kontrak terbesar dalam sejarah olahraga.

    Baca: Kontraknya di Barcelona Bocor Lionel Messi Akan Ajukan Gugatan

    Dia disebut bisa mendapatkan bayaran hingga lebih dari 555 juta euro atau sekitar Rp 9,455 triliun saat kontraknya habis pada 30 Juni mendatang.

    Sejak 2017, Messi disebut telah mendapatkan bayaran sebesar 138 juta euro (Rp 2,349 triliun) per musim. Selain itu dia juga disebut telah menerima bonus penandatanganan kontrak baru sebesar 115,225 juta euro (Rp 1,96 triliun) dan bonus loyalitas sebesar 77,929 juta euro (Rp 1,3 triliun).

    Dengan kontraknya yang tersisa lima bulan lagi, Lionel Messi disebut telah menerima total 511 juta euro atau sekitar Rp 8,7 triliun.

    Nilai kontrak sebesar itulah yang dituding membuat Barcelona terancam bangkrut. Mereka saat ini disebut terlilit utang hingga 1,173 miliar euro atau sekitar Rp 19,98 triliun. Media Spanyol Marca menyebutkan utang itu terdiri atas 730 juta euro atau Rp 12,5 triliun yang merupakan utang jangka pendek yang harus mereka lunasi dalam jangka waktu enam bulan ke depan.

    Dengan utang sebesar itu, Barcelona diprediksi akan kesulitan untuk memberikan tawaran kontrak baru kepada Messi. Dalam sebuah wawancara bulan lalu, dia bahkan sempat menyatakan keinginannya bermain di Liga Amerika Serikat.

    Jika Lionel Messi jadi hengkang, Liga Spanyol tampaknya akan kembali kehilangan mega bintangnya setelah Cristiano Ronaldo hengkang dari Real Madrid pada 2018.

    MARCA| AS| ESPN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah KLB Partai Demokrat, Apa Kata AD/ART?

    Sejumlah kader ngotot melaksanakan KLB Partai Demokrat. Kubu AHY mengatakan bahwa pelaksanaan itu ilegal. Pasal-pasal AD/ART Partai dapat menjelaskan.