Terungkap, Nilai Kontrak Lionel Messi Melambung Akibat Kepergian Neymar

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bintang Barcelona Lionel Messi, berpose dengan Presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu saat menandatangani kontrak baru di Barcelona, 25 November2017. Klausa buyout Messi telah ditetapkan sebesar 700 juta euro. German Parga/FC Barcelona/Handout via REUTERS

    Bintang Barcelona Lionel Messi, berpose dengan Presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu saat menandatangani kontrak baru di Barcelona, 25 November2017. Klausa buyout Messi telah ditetapkan sebesar 700 juta euro. German Parga/FC Barcelona/Handout via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta -  Ada kisah menarik dibalik mega kontrak Lionel Messi dengan Barcelona yang diungkap Media El Mundo. Nilai kontrak itu disebut melambung tinggi dalam waktu lima bulan saja setelah Neymar hengkang ke PSG.

    Media Spanyol Sport menuliskan bahwa Jorge Messi, ayah si pemain, sebenarnya sudah menandatangani kontrak baru dengan Barcelona pada 29 Juni 2017. Menurut mereka, Jorge sepakat Messi akan bertahan di Camp Nou selama empat tahun.

    Tidak dijelaskan berapa nilai yang tertera dalam kontrak itu. Sport hanya menyebutkan bahwa nilainya lebih kecil dari yang ada saat ini sebesar 555 juta euro. Messi bahkan disebut tak mengetahui soal kontrak yang ditandatangani ayahnya dengan Presiden Barcelona saat itu, Josep Maria Bartomeu. 

    Si pemain saat itu tengah berada di kota kelahirannya, Rosario, Argentina. Dia sedang mempersiapkan acara pernikahannya dengan Antonela Roccuzzo yang akan digelar pada 30 Juni, sehari setelah penandatanganan kontrak tersebut.

    Penandatanganan kontrak itu membuat suporter Barcelona, Bartomeu dan semua pihak lainnya cukup tenang menjalani liburan musim panas saat itu. Pasalnya, dalam kontrak itu Barcelona memagari si pemain dengan klausa pemutusan kontrak sebesar 300 juta euro.

    Mereka menilai tak ada klub yang cukup gila untuk membeli seorang pesepakbola dengan nilai sebesar itu. Apalagi Messi sebelumnya juga telah menyatakan ingin mengakhiri karirnya di Barca.

    Baca: Angel Di Maria Komentari Lionel Messi, Bos Barcelona: Itu Tidak Sopan

    Situasi berubah pada awal Agustus. PSG menebus klausa pemutusan kontrak Neymar di Barcelona sebesar 222 juta euro. Bartomeu kaget bukan kepalang karena ada klub yang mau mengeluarkan dana sebesar itu.

    Setelah kisruh soal transfer Neymar, Bartomeu pun mendengar ada dana sebesar 300 juta euro yang tersimpan di sebuah bank di Luksemburg. Dana itu diyakini dari seorang miliarder di Timur Tengah dan disebut akan digunakan untuk menebus klausa pemutusan kontrak Messi.

    Kehilangan Neymar dianggap sebagai sebuah bencana oleh Barcelona, karena itu Bartomeu tak mau mereka mengalami tragedi lebih mengerikan dengan membiarkan Messi pergi.

    Panik, Bartomeu langsung menelepon Jorge Messi saat itu. "Saya ingin meningkatkan klausa (pemutusan kontrak Messi)," kata Bartomeu kepada Jorge.

    Jorge tak kalah terkejutnya dengan pernyataan si presiden. Dia menyatakan bersedia melakukan perubahan klausa tetapi memperingatkan bahwa nilai kontrak akan naik.

    Setelah bernegosiasi, kedua belah pihak akhirnya sepakat. Klausa pemutusan kontrak  Messi naik menjadi 700 juta euro dan nilai total dalam kontraknya melambung menjadi 555 juta euro seperti yang diketahui semua orang saat ini.

    Yang tak pernah terungkap, menurut laporan itu, adalah apakah benar dana sebesar 300 juta euro yang tersimpan di Luksemburg itu akan digunakan untuk menebus Lionel Messi dari Barcelona.

    SPORT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.