Liga Europa Red Star Vs Milan 2-2, Pioli Sebut Timnya Kelelahan

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain AC Milan, Zlatan Ibrahimovic berjalan ke luar lapangan usai diganjar kartu merah saat bertanding melawan Inter Milan dalam Quarterfinal Coppa Italia di San Siro, Milan, Italia, 26 Januari 2021. REUTERS/Daniele Mascolo

    Pemain AC Milan, Zlatan Ibrahimovic berjalan ke luar lapangan usai diganjar kartu merah saat bertanding melawan Inter Milan dalam Quarterfinal Coppa Italia di San Siro, Milan, Italia, 26 Januari 2021. REUTERS/Daniele Mascolo

    TEMPO.CO, Jakarta - Laga pertama babak 32 besar Liga Europa antara Red Star vs Milan berakhir dengan skor 2-2. Rossoneri gagal meraih kemenangan meskipun Red Star harus mengakhiri pertandingan dengan 10 pemain.

    Pelatih AC Milan, Stefano Pioli, tak puas dengan hasil itu. Menurut dia, mereka seharusnya bisa menang dan mengunci tiket babak 16 besar Liga Europa lebih cepat.

    Pioli menilai AC Milan terlalu banyak memberikan ruang kepada Red Star Belgrade sehingga mereka kecolongan gol lewat menit-menit akhir. Meskipun demikian dia menilai hasil imbang itu tetap sebagai sesuatu yang positif.

    "Kami pulang tanpa kemenangan yang seharusnya kami dapatkan, karena kami tidak dapat mengunci hasil akhir," kata Pioli kepada Sky Sport Italia.

    "Kami perlu bermain lebih baik saat melawan 10 orang dan tidak memberikan ruang seperti itu untuk Red Star. Itu adalah pendekatan yang tepat dan kami telah melakukan cukup banyak hal untuk membawa pulang kemenangan, tetapi kami tidak memanfaatkan situasi sebaik-baiknya."

    "Kami bisa saja mencetak gol ketiga, tetapi yang terpenting tidak kebobolan gol penyeimbang. Meskipun demikian, hasil tandang 2-2 tetap merupakan hasil positif untuk leg pertama."

    Hasil buruk itu menjadi yang kedua dialami AC Milan secara beruntun. Pada akhir pekan sebelumnya mereka secara mengejutkan dikalahkan tim promosi Spezia dengan skor 2-0.

    Menanggapi dua hasil buruk itu, Pioli menyatakan hal itu tak lepas dari badai cedera yang dialami timnya. Menurut dia hal itu membuat sejumlah pemain tak mendapatkan waktu istirahat yang cukup sehingga kelelahan.

    Baca: Bek Chelsea Fikayo Tomori Berambisi Bisa Memenangkan Trofi di AC

    Pioli juga menyayangkan cederanya gelandang Ismael Bennacer pada laga tersebut. Hal itu menambah panjang daftar pemain AC Milan yang mengalami cedera.

    "Penting untuk melihat situasi secara keseluruhan. Ada periode di mana kami mengalami banyak cedera, jadi pemain yang sama selalu bermain dan sekarang mereka kelelahan," kata Pioli.

    "Kami harus membuat semua pemain kembali bugar. Saya tidak berpikir itu masalahnya hari ini, karena kami tidak menang karena kami tidak memiliki karakter untuk mencetak gol ketiga."

    "Aspek terburuk dari malam ini adalah kambuhnya cedera Ismael Bennacer."

    Pada laga dinihari tadi, Pioli memang tak menurunkan skuad terbaiknya untuk memberikan istirahat kepada sejumlah pemain. Zlatan Ibrahimovic, Franck Kessie, Davide Calabria tak diturunkan sementara Hakan Calhanoglu, Rafael Leao, Diogo Dalot dan Sandro Tonali baru masuk pada babak kedua.

    AC Milan sebenarnya sempat unggul lewat gol bunuh diri pemain Red Star, Radovan Pankov pada akhir babak pertama. Red Star menyamakat kedudukan lewat Guelor Kanga pada menit ke-52 lewat tendangan penalti.

    Milan juga mendapatkan penalti pada menit ke-61. Bek sayap Theo Hernandez membuaat AC Milan kembali unggul sebelum akhirnya Milan Pavkov menyamakan kedudukan pada saat tambahan waktu.

    Red Star sempat bermain dengan 10 pemain setelah Milan Rodic mendapatkan kartu merah pada menit ke-77.

    Hasil imbang 2-2 pada laga Red Star vs Milan itu memang membuat Ibrahimovic cs sedikit diuntungkan pada laga kedua babak 32 besar Liga Europa. AC Milan akan menjamu Red Star di Stadion San Siro Milan, pada Jumat pekan depan.

    FOOTBALL ITALIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.