Reaksi Bek Manchester United Axel Tuanzebe Usai Dimainkan di Lini Tengah

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain muda MU, Axel Tuanzebe. Getty Images

    Pemain muda MU, Axel Tuanzebe. Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada yang ganjil saat pertandingan seri tanpa gol Manchester United melawan Real Sociedad di leg kedua babak 32 besar Liga Europa di Old Trafford, Jumat dinihari WIB. Axel Tuanzebe yang selama ini berada di barisan pertahanan, secara mengejutkan turun dari bangku cadangan menggantikan Fred di lini tengah pada pergantian babak.

    Meski bukan bermain di posisinya, bek tengah, pemain berusia 23 tahun ini melepaskan diri dengan baik di tengah lapangan dan bahkan dia sempat mengira telah membuat terobosan untuk United ketika mencetak gol dengan sundulan, sebelum dianulir oleh wasit karena pelanggaran oleh Victor Lindelof.

    Usai pertandingan, Tuanzebe mengaku kaget ditempatkan di lini tengah. Meski begitu, ia menegaskan siap bermain di posisi mana pun untuk skuad Ole Gunnar Solskjaer.

    Saat ditanya apakah dia tahu akan bermain di lini tengah, Tuanzebe mengatakan kepada BT Sport: "Tidak, itu hanya sesaat sebelum pelatih (Solskjaer) menurunkan saya. Dia meminta saya untuk melakukan itu dan saya mengerjakannya."

    Axel Tuanzebe mengaku dia bahkan tidak pernah bermain di lini tengah dalam latihan. "Tidak, posisi asli saya adalah bek tengah, tetapi jika pelatih ingin saya mengisi, maka saya mendukungnya."

    Manchester United lolos ke babak 16 besar Liga Europa berkat kemenangan 4-0 atas Sociedad yang mereka dapat di leg pertama pekan lalu.

    Tuanzebe senang mendapatkan kesempatan menunjukkan sisi lain dari permainanya. "Saya pemain serba bisa, saya bangga bermain di posisi bek tengah, tapi untuk tim, jadi bagus selagi kami bisa lolos," katanya.

    Setelah unggul agregat 4-0, Solskjaer melakukan banyak rotasi pemain saat menghadapi Real Sociedad di leg kedua. Bek tengah andalannya, Harry Maguire tidak dimainkan. Pelatih Norwegia itu menempatkan duet Eric Bailly dan Vicktor Lindelof di jantung pertahanan United.

    Amad Diallo. Twitter/ManUtd

    Solskjaer juga memberi kesempatan dua pemain muda MU, Amad Diallo dan Shola Shoretire bermain. Keduanya diturunkan sebagai pemain pengganti. Amad masuk pada menit ke-59 menggantikan Daniel James yang cedera. Sedangkan Shoretire masuk menggantikan Mason Greenwood pada menit ke-76.

    Baca Juga: Liga Europa, Shola Shoretire Cetak Sejarah Bersama Manchester United

    "Shola akan menjadi pemain bagus untuk kami dan terkadang Anda perlu mengujinya melawan pemain bagus, dan kami tahu Real Sociedad adalah tim yang bagus dengan individu yang bagus dan mereka menekan," kata bos Manchester United usai pertandingan.

    "Kami merasa hari ini Amad dan Shola harus bermain, keduanya akan membutuhkan pengalaman bermain di level seperti ini."

    Pemain Manchester United Shola Shoretire saat melawan Newcastle United dalam pertandingan Liga Inggris di Old Trafford, Manchester, 22 Februari 2021. Pool via REUTERS

    "Dia adalah anak muda yang kami yakini dan sikapnya bagus. Anda dapat melihat bentuknya. Secara fisik, dia akan menjadi seorang atlet yang secara teknis sangat bagus, membuat keputusan yang baik, kami akan secara bertahap memberinya kesempatan bermain di dalam tim ini."

    "Dan dia membumi, berdiri kokoh, bekerja keras dalam latihan, anak yang sangat disukai yang akan bisa kita saksikan lebih sering di masa depan."

    Baca Juga: Rekap Hasil Liga Europa: MU, Arsenal, AC Milan, Roma Lolos ke Babak 16 Besar

    Shola Shoretire berpeluang masuk di skuad Manchester United yang disiapkan untuk pertandingan tandang ke Chelsea pada hari Minggu nanti. Namun, hal itu bergantung pada kebugaran Scott McTominay, Donny van de Beek, dan Edinson Cavani yang absen melawan Real Sociedad di leg kedua babak 32 Liga Europa.

    MIRROR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.