Begini Penjelasan PT LIB Terkait Sponsor Turnamen Piala Menpora 2021

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur utama PT Liga Indonesia Baru, Akhmad Hadian Lukita. (Liga-Indonesia.id)

    Direktur utama PT Liga Indonesia Baru, Akhmad Hadian Lukita. (Liga-Indonesia.id)

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita mengatakan penentuan pemegang hak siar dan sponsorship Piala Menpora 2021 belum diputuskan dan masih harus dirapatkan secara internal.

    Menurut Akhmad, penentuan bakal dilakukan pada pekan pertama Maret. "Harus minggu ini, karena kalau nggak ditentukan, tidak ada waktu lagi," kata Akhmad saat dihubungi Tempo, Senin, 1 Maret 2021.

    Ia mengungkapkan ada tiga stasiun televisi yang mengajukan penawaran untuk mendapatkan hak siar Piala Menpora 2021. PT LIB, kata dia, telah menetapkan aturan tersendiri bagi calon pemegang hal siar turnamen pramusim ini.

    "Salah satunya menyediakan platform free-to-air terrestrial television dan Internet Protocol Television (IPTV), serta Video on-Demand (VOD) dan layanan Over-The-Top (OTT)," ujar dia.

    Baca Juga: Piala Menpora 2021, PT LIB: Ada 3 Stasiun Televisi Ingin Dapatkan Hak Siar

    PT LIB bakal mengandeng berbagai perusahaan sebagai sponsorship untuk kebutuhan penyelenggaraan Piala Menpora, di antaranya bola dan perangkat pertandingan. Namun, ia belum mau menyebutkan detail berapa banyak sponsorship yang telah mengajukan penawaran ke LIB.

    "Nanti saya cek ke tim bisnis, sudah berapa yang sudah melalukan pengajuan sponsorship," ucap dia.

    Piala Menpora 2021 bakal digelar pada 21 Maret - 25 April 2021. Turnamen pramusim ini menjadi pertandingan sepak bola pertama yang diizinkan bergulir pada masa pandemi COVID-19. Rencananya bakal diikuti 18 klub yang berasal dari Liga 1.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.