Skandal Barcagate, Mantan Presiden Barcelona Bartomeu Dibebaskan dengan Jaminan

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Josep Maria Bartomeu. REUTERS

    Josep Maria Bartomeu. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu, dan mantan penasihatnya, Jaume Masferrer, telah dibebaskan sementara usai diinterogasi dan ditahan kepolisian setempat. Ini terjadi setelah serangkaian penangkapan pada hari Senin, 1 Maret 2021, sehubungan dengan skandal Barcagate.

    Pada Selasa pagi waktu setempat, perintah penahanan juga telah dicabut. Setelah dua orang yang diselidiki dalam kasus tersebut, penyidik kepolisian akan bersaksi di hadapan hakim.

    "Pengadilan investigasi Barcelona, dalam kasus yang dibuka pada Mei 2020 untuk kejahatan administrasi dan korupsi dalam bisnis, hari ini telah mengambil pernyataan dari mantan dewan eksekutif FC Barcelona, Josep Maria Bartomeu dan Jaume Masferrer, sebagai orang yang diselidiki," tulis laporan dari Pengadilan Tinggi Catalonia (TSJC).

    Baca juga : Mengenal Barcagate, yang Membuat Mantan Presiden Barcelona Bartomeu Ditangkap

    "Keduanya sedang diselidiki dan telah dibawa ke pengadilan hari ini. Keduanya telah menggunakan hak mereka untuk tidak bersaksi dan hakim telah setuju untuk membebaskan mereka dengan jaminan. Kasusnya tetap terbuka."

    Bartomeu dan Masferrer ditangkap pada hari Senin bersama dengan CEO Barcelona Oscar Grau dan Roman Gomez Punti oleh unit kejahatan ekonomi dari Kepolisian Katalunya, Mossos d'Esquadra.

    Penangkapan itu terjadi karena tuduhan pengalihan dana untuk membayar perusahaan yang disewa untuk mendiskreditkan pemain dan orang-orang yang mengkritik Bartomeu dan kroninya, salah satunya Lionel Messi.

    Mossos d'Esquadra juga menyita dokumen dalam lima penggeledahan yang mereka lakukan. Penggeledahan terjadi di markas Barcelona di Camp Nou dan rumah Bartomeu.

    MARCA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.