Joan Laporta: Messi akan Pergi Jika Saya Gagal Jadi Presiden Barcelona

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Joan Laporta. AP/David Ramos

    Joan Laporta. AP/David Ramos

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon presiden Barcelona, Joan Laporta, mengklaim bahwa Lionel Messi akan meninggalkan klub jika gagal dalam pemilihan presiden 7 Maret mendatang. Ia melontarkan klaim tersebut dalam sebuah acara debat calon presiden, yang juga dihadiri kandidat lainnya yaitu Toni Freixa dan Victor Font.

    "Saya memiliki hubungan yang hebat dengan Leo (Messi) dan ia akan mempertimbangkan proposal apa pun yang saya buat," kata Laporta yang dikutip Marca pada Rabu, 3 Maret 2021. "Bila saya tidak menang, saya yakin Leo tidak akan bertahan di Barcelona."

    Baca juga : Mikel Arteta ke Capres Barcelona Joan Laporta: Saya Bahagia di Arsenal

    Ia menyampaikan pesan ini kepada para pemilih dan mengklaim bahwa hanya ia bisa membujuk Messi untuk tetap bertahan di Camp Nou. "Messi akan mempertimbangkan tawaran yang kami berikan padanya," ujar mantan presiden Barcelona periode 2003 sampai 2010 tersebut. "Saya yakin bila kandidat lain menang, Messi tidak akan bertahan di Barcelona."

    Joan Laporta mengklaim bahwa Lionel Messi tidak menyukai Toni Freixa saat ia masih menjadi dewan klub. Laporta tahu betul bahwa pemain asal Argentina tersebut menjadi pembicaraan utama dalam pemilihan presiden mendatang.

    Ia mengklaim bahwa Messi tidak hanya peduli dengan uang. "Ia tidak peduli dengan uang," kata Laporta. "Ia menginginkan tim yang kompetitif untuk menang. Saya yakin ia akan mendengarkan tawaran saya, sama seperti saya (yakin) bahwa bila orang lain menang, ia akan pergi."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.