Liverpool Vs Chelsea 0-1, Ini Alasan Klopp Tarik Mohamed Salah Keluar

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi pemain Liverpool Trent Alexander-Arnold dan rekan-rekannya usai dikalahkan Chelsea dalam pertandingan Liga Inggris di Anfield, Liverpool, 5 Maret 2021. Pool via REUTERS/Laurence Griffiths

    Ekspresi pemain Liverpool Trent Alexander-Arnold dan rekan-rekannya usai dikalahkan Chelsea dalam pertandingan Liga Inggris di Anfield, Liverpool, 5 Maret 2021. Pool via REUTERS/Laurence Griffiths

    TEMPO.CO, Jakarta - Laga Liga Inggris antara Liverpool vs Chelsea pada Jumat dinihari tadi berakhir dengan skor 0-1. Manajer Jurgen Klopp membuat keputusan janggal menarik keluar Mohamed Salah saat timnya membutuhkan gol untuk menyamakan kedudukan.

    Liverpool membutuhkan gol penyeimbang setelah gawang mereka dibobol oleh Mason Mount menjelang akhir babak pertama. Akan tetapi Klopp melakukan keputusan janggal dengan menarik keluar pemain tersuburnya tersebut. Salah musim ini tercatat telah mencetak 24 gol di semua kompetisi.

    Salah ditarik keluar bersama dengan Curtis Jones pada menit ke-62. Klopp memasukkan Diogo Jota dan Alex Oxlade-Chamberlain. Salah sendiri tampak tak senang dengan keputusan Klopp itu.

    Klopp menjelaskan bahwa dia harus menarik keluar Mohamed Salah karena khawatir pemain andalannya itu mengalami cedera. Dia tak mau mengambil resiko kehilangan lebih banyak pemain di tengah badai cedera yang masih melanda Liverpool.

    "Ketika pemain terlihat kecewa ketika diganti, itu bukan masalah," kata Klopp usai pertandingan. "Alasan pergantian itu adalah - dan saya bisa saja mengganti pemain lainnya, itu benar - tetapi dia terlihat sangat kelelahan saat itu."

    "Itu sesuatu yang sangat jarang. Saya cukup mengenal Mo dalam waktu lama dan dia biasanya terlihat sangat bugar hingga akhir pertandingan dan saya kira itu adalah sinyal untuk mengggantikannya."

    "Dalam situasi kami saya ini, saya tak ingin mengambil resiko."

    Baca: Liverpool vs Chelsea 0-1, Jurgen Klopp: Ada Satu Orang yang Patut Dikritik

    Badai cedera memang tak henti-hentinya menghantam kubu Liverpool. Saat ini saja, Klopp tak bisa menurunkan empat pemain andalannya: Virgil van Dijk, Joe Gomez, Joel Matip dan Jordan Henderson. Fabinho dan Diogo Jota juga baru saja pulih dari cedera.

    Kekalahan pada laga Liverpool vs Chelsea itu merupakan yang kelima secara beruntun dialami The Kop di kandang sendiri. Hal itu menjadi rekor baru catatan terburuk mereka kala bermain di Stadion Anfield.

    Klopp pasang badan atas kekalahan tersebut. Menurut dia, seluruh pemain telah berjuang mati-matian untuk meraih kemenangan.

    "Saya pikir pertandingan semacam ini ditentukan oleh sejumlah momen, dan selalu demikian, untuk menciptakan momen itu Anda harus berjuang dan dalam beberapa momen perlu memberikan usaha dalam level yang berbeda. Itu yang saya katakan kepada para pemain," kata Klopp dilansir laman resmi Liverpool.

    "Di momen-momen itu, bukan lagi soal taktik, tetapi tentang kegigihan, kekuatan hati dan semacamnya, tetapi bukan berarti saya bilang para pemain tidak memperlihatkan kekuatan hati itu, saya yakin mereka mengerahkan segalanya, tetapi kita sedang berbicara tentang dua, tiga atau empat persen terakhir yang menentukan."

    "Bukan itu masalahnya, kami memiliki tim yang amat sangat baik, di lapangan malam ini ada beberapa momen permainan bagus, tetapi di momen menentukan tidak cukup bagus."

    "Dan untuk itu semua, hanya ada satu orang yang patut dikritik, yakni saya dan segenap tim. Itu yang saya katakan."

    Hasil 0-1 laga Liverpool vs Chelsea itu membuat The Reds harus turun ke peringkat ketujuh klasemen Liga Inggris. Peluang mereka untuk mempertahankan trofi juara musim ini nyaris musnah karena sudah tertinggal 22 angka dari pemuncak klasemen, Manchester City.

    LIVERPOOL ECHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.