Timnas U-22 kalahkan Tira Persikabo, Shin Tae-yong: Permainan Tak Sesuai Harapan

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong. (pssi.org)

    Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong. (pssi.org)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih Timnas U-22 Indonesia, Shin Tae-yong, menilai permainan anak-anak asuhnya tidak sesuai harapan kendati menang 2-0 atas Tira Persikabo dalam laga uji coba di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat.

    "Pemain mungkin grogi karena ini pertandingan pertama mereka. Hampir satu tahun mereka tidak berlaga," ujar Shin Tae-yong usai pertandingan di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta.

    Juru taktik asal Korea Selatan itu mengaku ingin timnas tampil dengan tempo permainan lebih tinggi, tetapi kegugupan dinilainya membuat mereka tidak bisa mengeluarkan performa terbaik.

    Shin juga menyoroti kondisi fisik para pemainnya, juga kondisi mental mereka, yang dinilianya turut menyebabkan gagalnya kemampuan maksimal diperlihatkan.

    Padahal, Shin menilai para pemain Indonesia mempunyai bakat teknik yang sangat baik. "Jadi, ketika nanti kembali ke tim masing-masing, mereka harus bisa terus meningkatkan fisik juga mentalnya," tutur pelatih timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018 itu.

    Namun, secara umum, Shin Tae-yong menilai para pemainnya tampil bagus saat berhadapan dengan Tira Persikabo.

    Kekurangan-kekurangan yang terlihat dimaklumi sebagai dampak dari tidak adanya pertandingan kompetitif yang dijalani pemain selama kurang lebih satu tahun karena pandemi COVID-19. "Ke depan semua pasti akan membaik," kata Shin.

    Baca Juga: Laporan Pertandingan Laga Uji Coba Timnas U-22 vs Tira Persikabo

    Timnas U-22 yang dipersiapkan untuk SEA Games 2021 selanjutnya akan kembali beruji coba melawan Bali United, Ahada malam, 7 Maret 2021.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.