Hasil Liga Champions: Bayern Munchen vs Lazio 2-1, Simak 5 Fakta Menarik Ini

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Bayern Munchen, Robert Lewandowski. REUTERS/Andreas Gebert

    Pemain Bayern Munchen, Robert Lewandowski. REUTERS/Andreas Gebert

    TEMPO.CO, JakartaBayern Munchen lolos ke babak perempat final Liga Champions setelah menang 2-1 atas Lazio dalam pertandingan leg kedua babak 16 besar di Allianz Arena, Kamis dinihari. Klub Bundesliga itu lolos dengan agregat 6-2.

    Bayern meraih gol lewat penalti Robert Lewandowski dan aksi Eric Maxim Choupo-Moting. Gol Lazio dicetak Marco Parolo.

    Inilah sejumlah fakta menarik terkait laga ini:

    • Bayern Munchen tidak terkalahkan dalam 19 pertandingan terakhir mereka di Liga Champions, menyamai rekor terlama mereka sejarah Piala Eropa / Liga Champions. Sebelumnya mereka menorehkan rekor sama antara 2001 dan 2002.

    Lazio tersingkir dari kompetisi ini setelah gagal memenangi keempat pertandingan tandang mereka di Liga Champions musim ini (3 seri, 1 kalah). Ini menjadi kegagalan menang dalam pertandingan tandang terbanyak oleh tim dalam satu musim kompetisi Liga Champions, menyamai torehan Manchester City pada 2016-17.

    • Termasuk laga final, pelatih Bayern Flick adalah manajer pertama dalam sejarah Liga Champions yang mampu memenangi masing-masing dari tujuh pertandingan babak sistem gugur pertamanya.

    • Pada usia 36 tahun 51 hari, Parolo dari Lazio adalah pemain tertua ketiga yang mencetak gol di babak sistem gugur Liga Champions, setelah Paolo Maldini (36 tahun 333 hari) dan Ryan Giggs (37 tahun 148 hari).

    Baca Juga: Rekap Hasil Liga Champions

    • Bayern Munchen lolos bersama Chelsea, Real Madrid, Manchester City, Liverpool, PSG, FC Porto, dan Borussia Dortmund. Mereka akan menantikan undian babak perempat final Liga Champions yang akan digelar Jumat, 19 Maret 2021, mulai 18.00 WIB.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.