Bermain di Klub Utrecht, Bagus Kahfi Dikunjungi Dubes RI untuk Belanda

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagus Kahfi dan Dubes Indonesia di Belanda, Mayerfas. (Foto: dok. KBRI Belanda)

    Bagus Kahfi dan Dubes Indonesia di Belanda, Mayerfas. (Foto: dok. KBRI Belanda)

    TEMPO.CO, JakartaBagus Kahfi mulai menjalani hari-harinya di markas klub Belanda, FC Utrecht. Pada Kamis, 19 Maret 2021, ia mendapat mendapat kunjungan dari Duta Besar RI untuk Belanda, Mayerfas.

    Di markas FC Utrecht, Stadion Galgenwaard, Bagus Kahfi dan manajemen Utrecht menyambut kedatangan Dubes Mayerfas dalam acara yang tetap mengikuti protokol kesehatan.

    Bagus Kahfi, 19 tahun, bergabung dengan tim U-18 FC Utrecht sebagai pemain dispensasi pada awal 2021 lalu. Ia saat ini masih menjalani proses pemulihan dari cedera yang dialami di Tim Garuda Select.

    Dalam kunjungannya, Dubes Mayerfas menyampaikan apresiasi atas minat FC Utrecht terhadap pemain sepak bola Indonesia. Ia berharap kerja sama tersebut berlanjut.

    "Indonesia memiliki 270 juta penduduk yang mayoritas suka menonton pertandingan bola, dan di antara 270 juta tersebut terdapat 65 juta pemuda. Pasti ada talenta muda lainnya yang bisa kita temukan seperti Bagus Kahfi ini," kata Dubes Mayerfas dalam rilisnya.

    Dubes Mayerfas juga berharap Bagus Kahfi bisa menjadi pemain top di Eropa dan langkahnya diikuti pemain Indonesia lain.

    "Bagus memberikan inspirasi bagi generasi muda Indonesia. Semoga akan ada banyak 'Bagus' lainnya. Saya yakin Bagus akan lebih berkembang di sini dan kita harapkan akan menjadi pemain top internasional," kata Dubes Mayerfas.

    Baca Juga: PSSI Bantah Shin Tae-ying Positif Covid-19

    Bagus Kahfi, yang merupakan mantan pemain Barito Putera, bergabung dengan FC Utrect pada tahun ini. Dia akan memulai perjuangan dari tim Jong Utrecht sebelum bisa masuk tim utama klub Belanda itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.