Liga Champions: Dibungkam Real Madrid, Liverpool Dianggap Terlalu Pede

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Liverpool, Mohamed Salah menyeka keringatnya setelah pemain Real Madrid, Marco Asensio mencetak gol dalam Perempat Final Liga Champions Quarter Pertama di Estadio Alfredo Di Stefano, Madrid, Spanyol, 6 April 2021. REUTERS/Susana Vera

    Pemain Liverpool, Mohamed Salah menyeka keringatnya setelah pemain Real Madrid, Marco Asensio mencetak gol dalam Perempat Final Liga Champions Quarter Pertama di Estadio Alfredo Di Stefano, Madrid, Spanyol, 6 April 2021. REUTERS/Susana Vera

    TEMPO.CO, Jakarta - Liverpool dibungkam Real Madrid 1-3 pada laga pertama babak perempat final Liga Champions Rabu dinihari tadi. The Kop dinilai terlalu percaya diri dengan tak mengubah skema permainannya di lini belakang, padahal mereka kehilangan para bek tengah terbaiknya.

    Jurgen Klopp memang masih tampil tanpa tiga bek tengah terbaiknya pada laga itu. Virgil van Dijk, Joe Gomez dan Joel Matip masih mengalami cedera.
    Gelandang Jordan Henderson yang sempat diplot sebagai bek tengah juga masih berada di ruang perawatan sementara Fabinho dimainkan di posisi aslinya sebagai gelandang bertahan.

    Klopp menurunkan pemain muda Nat Phillips dan Ozan Kabak sebagai dua tembok di depan gawang Alisson Becker. Pelatih asal Jerman itu tak mengubah skema permainan timnya yang menerapkan garis pertahanan tinggi hingga tengah lapangan.

    Penyerang legendaris Liverpool, Michael Owen, menilai Klopp terlalu percaya kedua bek tengahnya itu bisa memainkan skema seperti itu sama baiknya dengan Van Dijk dan Gomez. Padahal, menurut dia, baik Kabak maupun Phillips sama-sama gagal dalam berduel satu lawan satu dengan para pemain depan Real Madrid.

    "Saya kira semuanya berawal dari lini belakang. Ketika anda terlalu percaya diri terhadap dua bek tengah bahwa mereka bisa berduel satu lawan satu (dengan pemain depan Real Madrid), anda bisa terjepit," kata dia.

    Eks kapten Manchester United, Rio Ferdinand, pun berpendapat sama dengan Owen. Menurut Ferdinand, Kabak dan Phillips bukanlah pemain yang bisa disamakan dengan Van Dijk, Gomez maupun Matip.

    "Liverpool membiat kesalahan di semua sisi, terutama di pertahanan dan mereka dihukum Real Madrid," kata Ferdinand.

    Baca: Real Madrid Vs Liverpool 3-1, Zidane Ungkap Kunci Kemenangan Timnya

    "Mereka tak memiliki dua bek tengah yang bisa diandalkan. Sebelumnya, mereka bisa menyerang tanpa takut apa yang akan terjadi di belakang. Sekarang, mereka tak bisa melakukannya."

    Owen yang juga pernah berseragam Real Madrid itu pun menilai skema permainan Gegen Pressing Klopp tak berjalan dengan baik pada laga itu. Bahkan, para pemain Liverpool dianggap seperti ketakutan untuk merebut bola dari kaki para pemain Real Madrid.

    "Banyak orang berbicara mengapa Liverpool tak lagi menakutkan. Ketika Anda ingat bagaimana mereka merebut bola, seolah-olah mereka hendak berkerumun. Mereka sekarang tidak lagi melakukannya, merekaseperti ketakutan," kata Owen.

    Lini pertahanan Liverpool memang menjadi sorotan setelah mereka tampil buruk musim ini. Cederanya para pemain utama di sektor bek tengah menjadi masalah utama Jurgen Kloop meskipun telah mendatakangkan dua pemain baru pada bursa transfer Januari lalu, Ozan Kabak dan Ben Davies.

    Klopp juga mendapatkan kritikan karena dinilai tak bisa beradaptasi dengan situasi yang dihadapinya itu. Dia tetap mempertahankan gaya permainan Gegen Pressing dengan garis pertahanan tinggi yang menjadi kunci sukses Liverpool dalam dua tahun terakhir.

    Kekalahan 1-3 dari Real Madrid itu membuat Liverpool harus bekerja lebih keras untuk melaju ke semifinal Liga Champions. Mereka harus menang dengan minimal skor 2-0 pada laga kedua di Stadion Anfield pekan depan.

    UEFA| DAILY MAIL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.