PSG Gagal ke Final Liga Champions, Mauricio Pochettino Tak Mau Cari-cari Alasan

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih PSG Mauricio Pochettino. REUTERS

    Pelatih PSG Mauricio Pochettino. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Mauricio Pochettino tidak mau mencari-cari alasan seusai timnya gagal maju ke final Liga Champions. Harapan tim Prancis itu untuk bisa melaju ke partai puncak dikandaskan Manchester City.

    Kekalahan 1-2 yang ditelan PSG di leg pertama yang berlangsung di Parc des Princes, Prancis, pekan lalu, diperburuk dengan kemenangan City 2-0 di Etihad, Inggris, pada Rabu dinihari WIB, 5 Mei 2021.

    Di leg kedua, PSG tidak diperkuat oleh salah satu bintangnya, Kylian Mbappe. Pemain internasional Prancis itu mengalami cedera betis pada pekan lalu. Sepanjang laga, dia duduk di bangku cadangan, menyaksikan perjuangan rekan-rekannya terhenti di tangan City.

    "Itu tidak bisa menjadi alasan. Kami sebuah tim. Tentu disayangkan ia (Mbappe) tidak bisa membantu tim, tapi itu jelas bukan alasan," kata Pochettino selepas laga dilansir laman resmi UEFA.

    "Kami tidak bisa menggunakan itu sebagai alasan, karena nyatanya performa tim juga bagus," ujarnya menambahkan.

    PSG memang relatif mendominasi penguasaan bola dengan memiliki lebih dari 55 persen sepanjang laga.

    Pemain Manchester City, Bernardo Silva melepaskan tendangannya saat bertanding melawan PSG dalam Semifinal Liga Champions, di Etihad Stadium di Manchester, Inggris, 4 Mei 2021. REUTERS/Phil Noble

    Namun, dominasi itu seperti pisau tumpul sebab dari 14 percobaan tembakan tak satu pun mengarah tepat sasaran, kecuali sundulan Marquinhos yang membentur mistar gawang.

    Dominasi PSG kerap membuat mereka bermain terlalu menekan ke depan dan dua kali situasi itu berujung serangan balik Manchester City yang mampu diakhiri dengan klinis oleh Riyad Mahrez menjadi dua gol kemenangan di Etihad.

    "Terkadang dalam sepak bola Anda membutuhkan secercah keberuntungan di momen tertentu pertandingan," ujar Pochettino.

    "Pada akhirnya, mereka tampil klinis. Mereka mencetak gol dari situasi-situasi di mana kami terlalu menekan tinggi dan kecolongan bola panjang," katanya.

    Di sisi lain, Pochettino sedikit menyoroti fakta bahwa dalam dua leg semifinal timnya harus kembali menerima kartu merah, yang jelas menjadi keuntungan besar bagi City.

    Di leg pertama, PSG harus kehilangan Idrissa Gueye ketika City sudah unggul 2-1 dan di Etihad hal serupa terjadi kepada Angel Di Maria yang di kartu merah saat tuan rumah sudah unggul 2-0.

    "Dalam 180 menit, untuk 40 atau 45 menit kami harus tampil dengan 10 pemain. Itu jelas keuntungan besar," katanya.

    "Itulah sepak bola, tapi kami terus berusaha dan selalu punya peluang. Hanya saja, malam ini ataupun malam sepekan lalu di Paris memang bukan malamnya kami," kata Pochettino.

    Kekalahan PSG ini membuat Manchester City mencatatkan sejarah baru dengan lolos ke final Liga Champions untuk pertama kali. Tim asuhan Pep Guardiola ini memastikan maju ke partai puncak dengan kemenangan agregat 4-1.

    Baca Juga: Hasil Liga Champions: Manchester City Lolos ke Final, Simak 10 Fakta Menarik Ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.