Brighton vs Man City 3-2, Kenapa Potter dan Guardiola Sempat Bersitegang?

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gelandang Manchester City Phil Foden, mencetak gol ke gawang Brighton and Hove Albion dalam pertandingan Liga Inggris di Stadion Etihad, Manchester, 14 Januari 2021. Pool via REUTERS/Clive Brunskill

    Gelandang Manchester City Phil Foden, mencetak gol ke gawang Brighton and Hove Albion dalam pertandingan Liga Inggris di Stadion Etihad, Manchester, 14 Januari 2021. Pool via REUTERS/Clive Brunskill

    TEMPO.CO, Jakarta - Laga Liga Inggris antara Brighton vs Man City yang berakhir dengan skor 3-2 diwarnai ketegangan diantara kedua manajer, Graham Potter dan Pep Guardiola. Potter diserbu Guardiola dan para stafnya usai pertandingan.

    Media Inggris BT Sport merilis video ketegangan tersebut di media sosial. Guardiola tampak marah dan mengacungkan jarinya ke arah Potter yang kemudian diikuti para stafnya sebelum masuk ke lorong menuju ruang ganti.

    Guardiola sempat harus menenangkan seorang stafnya dengan mendorongnya ke lorong ruang ganti. Beruntung tak ada adu jotos diantara mereka dan ketegangan tersebut berakhir begitu saja.

    Potter menyatakan bahwa ketegangan itu terjadi karena Guardiola dan stafnya tak senang dengan selebrasi yang dia lakukan saat Leando Trossard mencetak gol pertama bagi Brighton. Dia pun meminta maaf kepada Guardiola jika selebrasinya itu dianggap berlebihan.

    "Dia (Guardiola) kecewa terhadap saya," kata Potter usai pertandingan. "Saya terlalu emosional saat merayakan gol pertama kami. Itu tak baik dari saya. Saya meminta maaf. Saya terbawa emosi."

    Potter menyatakan bahwa dirinya tak berniat mengejek Guardiola dan seluruh pemain dan staf Manchester City dengan selebrasi tersebut. Dia menyatakan hal itu hanya karena dirinya kehilangan kendali.

    "Pada gol pertama saya sedikit emosional, itu bukan saat terbaik saya. Saya meminta maaf," kata dia.

    "Saya tak bermaksud apa pun, itu respon emosional dan bukan hal yang baik. Saya meminta maaf, saya tak bermaksud apa pun tetapi saya akui itu bukan momen yang baik."

    Guardiola sendiri enggan membahas soal kejadian itu. Dalam konferensi pers usai pertandingan, dia menyatakan apa yang dia katakan kepada Potter bukan untuk konsumsi publik.

    "Apa yang saya katakan kepada dia sangat personal. Saya tak akan mengatakannya di sini," kata Guardiola.

    Pada laga tersebut, Manchester City sebenarnya tampil lebih dominan di awal pertandingan. Mereka unggul cepat lewat Ilkay Gundogan pada menit ke-2.

    Malapetaka datang bagi City setelah Joao Cancelo mendapatkan kartu merah pada menit ke-10. Bek asal Portugal itu melakukan pelanggaran saat berhadapan satu lawan satu dengan Danny Welbeck.

    Meskipun demikian, The Citizens yang telah memastikan gelar juara Liga Inggris sempat memperbesar keunggulan pada awal babak kedua. Aksi solo Phil Foden membuat Manchester City unggul 2-0.

    Brighton & Hove Albion baru memperkecil kedudukan pada menit ke-50. Leandro Trossard mencetak gol setelah mengobrak-abrik pertahanan City. Adam Webster membuat kedudukan imbang pada menit ke-72 dan Dan Burn berbalik membawa Brighton unggul empat menit berselang.

    Hasil laga Brighton vs Man City tak berpengaruh banyak bagi kedua tim di klasemen Liga Inggris. City telah mengunci gelar juara Liga Inggris sementara Brighton & Hove Albion naik ke peringkat ke-15.

    MIRROR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.