Robert Lewandowski Ingin Tantangan Baru, Siap Tinggalkan Bayern Munchen

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Bayern Munchen, Robert Lewandowski. REUTERS/Andreas Gebert

    Pemain Bayern Munchen, Robert Lewandowski. REUTERS/Andreas Gebert

    TEMPO.CO, JakartaRobert Lewandowski terbuka dengan kemungkinan pergi dari Bayern Munchen musim panas ini untuk mendapatkan tantangan baru di luar Jerman, tempat ia bermain sejak 2010.

    Penyerang Polandia, 32 tahun, itu masih terikat kontrak dengan klub Bundesliga itu sampai Juni 2023. Ia pun mengaku nyaman di Bavaria. Namun, ia merasa perlu merasakan pengalaman yang berbeda.

    "Saya selalu penasaran untuk mempelajari bahasa baru, budaya baru," kata Lewandowski kepada Canal+.

    "Saya sangat nyaman di Bayern yang merupakan klub hebat dan kota (Munchen) luar biasa."

    Menurut L'Equipe, Paris Saint-Germain dapat mempertimbangkan untuk melakukan pertukaran potensial yang bisa membuat Kylian Mbappe bergabung dengan Bayern Munchen dan Lewandowski pindah ke Prancis jika pemain internasional Prancis itu tidak memperbarui kontraknya.

    Sementara itu, surat kabar Jerman, Bild, mengungkapkan Lewandowski bersedia meninggalkan Munchen ke London untuk bermain di Chelsea atau Barcelona.

    Sejak bergabung dengan Bayern dari Borussia Dortmund pada 2014, pemain internasional Polandia itu telah mencetak 294 gol di semua kompetisi. Dia menjadi pencetak gol terbanyak kedua sepanjang masa di belakang Gerd Muller.

    "Jelas bahwa (Lewandowski) akan bertahan, karena tidak ada yang menjual pemain yang mencetak 60 gol," kata mantan CEO Bayern Munich Karl-Heinz Rummenigge baru-baru ini.

    Robert Lewandowski menyabet gelar top skor Liga Jerman untuk empat musim beruntun setelah menjadi yang tersubur di musim 2020/21. Penyerang Bayern Munchen itu sudah unggul jauh dari para pesaingnya sejak beberapa bulan terakhir sebelum musim selesai.

    MARCA

    Baca Juga: Liga Jerman 2020/21 Usai, Lewandowski Jadi Top Skor Ke-4 Kalinya Secara Beruntun


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.