Presiden PSG Tegaskan Kylian Mbappe Akan Bertahan dan Tidak Akan Pergi Gratis

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyerang Paris Saint-Germain Kylian Mbappe merayakan golnya ke gawang Metz dalam lanjutan Liga Prancis di Stadion Saint-Symphorien, Metz, Prancis, Sabtu 24 April 2021. (ANTARA/AFP/Jean-Christophe Verhaegen)

    Penyerang Paris Saint-Germain Kylian Mbappe merayakan golnya ke gawang Metz dalam lanjutan Liga Prancis di Stadion Saint-Symphorien, Metz, Prancis, Sabtu 24 April 2021. (ANTARA/AFP/Jean-Christophe Verhaegen)

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Paris Saint-Germain (PSG) Nasser Al-Khelaifi menutup pembicaraan mengenai Kylian Mbappe bakal meninggalkan klub Ligue 1 itu pada musim panas ini. Ia menegaskan bahwa pemain internasional Prancis itu akan tetap bertahan di klub.

    Kontrak Mbappe dengan PSG berakhir pada Juni 2022. Dia telah berulang kali dikaitkan dengan kepindahan ke Real Madrid, mengingat Los Blancos membutuhkan lebih banyak daya tembak dalam serangan.

    "Saya akan menjelaskannya," kata Al-Khelaifi kepada L'Equipe. "Mbappe akan bertahan di Paris."

    “Kami tidak akan pernah menjualnya dan dia tidak akan pernah pergi dengan (transfer) gratis. Mbappe memiliki semua yang dia butuhkan di Paris."

    “Ke mana dia bisa pergi? Klub mana, dalam hal ambisi, yang bisa bersaing dengan PSG hari ini?"

    "Yang bisa saya katakan adalah semuanya berjalan dengan baik, dan saya harap kita bisa mencapai kesepakatan (mengenai kontrak baru). Ini Paris, ini negaranya. Dia punya misi, tidak hanya bermain sepak bola, tapi juga mempromosikannya. Ligue 1, negaranya dan ibu kotanya."

    Kylian Mbappe menjadi top skor Liga Prancis, dengan mengemas 27 gol sepanjang musim 2020/21 untuk PSG meski gagal membawa timnya juara liga domestik musim ini. Pemain 22 tahun itu unggul dua gol dari pesaing terdekatnya, Memphis Depay (Lyon), Wissam Ben Yeder (AS Monaco).

    MARCA

    Baca Juga: Kylian Mbappe Jadi Top Skor Liga Prancis 2020/21 Meski Gagal Antar PSG Juara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.