Didier Deschamps Akan Bahas Kegagalan Prancis di Euro 2020 Pekan Depan

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Timnas Prancis Didier Deschamps dan Karim Benzema. REUTERS/Eric Gaillard

    Pelatih Timnas Prancis Didier Deschamps dan Karim Benzema. REUTERS/Eric Gaillard

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih Prancis, Didier Deschamps, akan menggelar pembicaraan dengan Presiden Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) Noel Le Graet untuk membahas kegagalan Prancis dalam Euro 2020 pada pekan depan.

    Prancis disingkirkan Swiss melalui adu penalti pada babak 16 besar. Ini adalah pertama kali bagi Les Bleus gagal mencapai perempat final turnamen utama sepak bola internasional sejak Piala Dunia 2010.

    Kagagalan ini memicu spekulasi mengenai masa depan Deschamps dalam timnas dan memunculkan Zinedine Zidane sebagai orang yang disebut-sebut bakal menggantikannya.

    Deschamps yang sudah melatih Prancis sejak 2012, terikat kontrak sampai setelah Piala Dunia 2022. Dia berjasa mengantarkan Prancis menjuarai Piala Dunia 2018 dan finalis Euro 2016.

    Namun, La Great menegaskan bahwa posisi pria berusia 52 tahun aman-aman saja. "Kami akan bertemu pekan depan. Kami akan bertemu di kantor saya di Guingamp dan menghabiskan waktu seharian," kata La Graet kepada Telefoot.

    "Semua pihak harus memikirkan apa yang baik dan apa yang salah. Kami akan seharian berbicara. Dia teman, orang yang bisa dipercaya. Ini kekeliruan pertamanya," kata La Graet menambahkan.

    Mengenai nasib Prancis yang tersingkir dari Euro 2020, La Graet berkata, "Saya lebih merasa kecewa, daripada marah. Kita mesti ingat kita ada dalam grup yang sulit."

    "Kita punya pemain dan pelatih yang berkualitas. Kami akan menganalisis hal yang tidak bekerja pekan depan. Kadang-kadang ini soal detail," kata La Graet.

    Timnas Prancis akan kembali beraksi dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2022 melawan Bosnia Herzegovina pada 1 September mendatang.

    Baca Juga: Euro 2020, Timnas Prancis Dinilai Layak Tersingkir


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.