Suporter Arsenal di Singapura Dihukum Setelah Ancam Pemain Brighton

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Brighton Neal Maupay. REUTERS/Tim Keeton

    Pemain Brighton Neal Maupay. REUTERS/Tim Keeton

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang suporter Arsenal asal Singapura, Derek Ng De Ren, disebut mendapatkan hukuman sembilan bulan masa percobaan karena terbukti bersalah mengancam akan membunuh pemain Brighton and Hove Albion, Neal Maupay, dan keluarganya. Ancaman itu dilakukan Derek melalui media sosial saat Brighton mengalahkan Arsenal 2-1 pada laga Liga Inggris akhir Juni 2020.

    Pada laga yang berlangsung di Stadion AMEX itu, The Gunners sempat unggul lewat gol Nicolas Pepe pada menit ke-68. Brighton menyamakan kedudukan tujuh menit berselang lewat gol Lewis Dunk. Maupay membalikkan keadaan setelah mencetak gol pada masa tambahan waktu.

    Derek menganggap Maupay sebagai biang kekalahan tim kesayangannya. Derek juga menuding top skor Brighton musim lalu itu sengaja mencederai penjaga gawang Bernd Leno sebelum mencetak gol.

    Dia pun membombardir akun Instagram Maupay dengan pesan ancaman. Tak hanya sekali, Derek mengirimkan berbagai pesan ancaman dalam beberapa hari setelah pertandingan itu melalui media sosial Instagram.

    Hal itu kabarnya membuat Maupay dan keluarganya mengalami tekanan. Mereka disebut sempat ketakutan keluar rumah selama seberapa saat. Maupay lantas memblokir akun Instagram yang digunakan Derek.

    Tak puas sampai di situ, Derek disebut membuat akun Instagram baru dan terus meneror Maupay hingga si pemain melaporkan masalah ini kepada otoritas Liga Inggris dan FA, PSSI-nya Inggris, yang kemudian mengidentifikasi Derek berasal dari Singapura.

    FA mengadukan masalah ini ke aparat penegak hukum di Singapura pada Agustus tahun lalu. Pada awal tahun ini, Derek yang masih berusia 19 tahun ditangkap.

    Pengadilan Singapura akhirnya memutuskan dia bersalah dan harus menjalani masa percobaan selama sembilan bulan. Dia juga harus menjalani kerja sosial selama 40 jam serta melakukan bimbingan konseling.

    Derek pun disebut mendapatkan jam malam dimana dia tak boleh berada di luar rumah pada pukul 22.00 hingga 06.00 waktu setempat selama masa percobaannya itu. Ibunya disebut telaah membayar 5 ribu dolar Singapura atau sekitar Rp 53,7 juta sebagai jaminan anaknya akan menjalani kewajiban tersebut.

    Hukuman kepada Derek itu dianggap sebagai sebuah pesan bahwa FA dan otoritas Liga Inggris serius dalam menangani ancaman kepada seluruh pemain di sana. Lebih dari setengah ancaman yang datang dari dunia maya, kabarnya berasal dari luar Inggris. Arsenal sendiri sempat mengutuk aksi suporternya yang dianggap berlebihan. Mereka menghimbau para suporter untuk menerima hasil pertandingan dengan lapang dada apa pun hasilnya.

    THE STRAITS TIMES


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.